Berita

Foto/Net

On The Spot

Tidak Ada Spanduk Capres di Kantor Partai Bulan Bintang

Masih Nunggu Rakornas
SENIN, 21 JANUARI 2019 | 10:21 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Partai Bulan Bintang (PBB) tengah bersiap menyelenggarakan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) 2019. Dalam Rakornas itu bakal diumumkan dukungan kepada salah satu capres-cawapres. Bagaimana persiapannya?
Kemarin siang (20/1), markas Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PBB sepi. Kantor ini terletak di Jalan Raya Pasar Minggu. Gerbang hijau tua membatasi kantor dengan lingkungan di luar. Tak begitu besar. Lebarnya tak sam­pai tiga meter. Tingginya hanya dua meter. Sederhana.

Di luar pagar, penanda bangunanitu sebagai Kantor DPP PBB cukup mencolok. Puluhan bendera berukuran kecil, dengan logo partai itu berkibar. Di atasnya, sebuah baliho besar berdiri kokoh. Isinya, kalimat dan gam­bar sang Ketua Umum. Yusril Ihza Mahendra.

Masuk ke bagian dalam, sua­sana sepi sangat terasa. Bahkan terasa hening. Tak ada kegiatan berarti. Yang tampak hanya dua petugas kantor. Mereka duduk-duduk. Tak jauh dari gerbang. Dua kursi diletakkan di tempat itu. Tak lupa sebuah meja ke­cil. Tempat meletakkan kopi hitam. Yang menemani mereka berbincang.

Masuk ke bagian dalam, sua­sana sepi sangat terasa. Bahkan terasa hening. Tak ada kegiatan berarti. Yang tampak hanya dua petugas kantor. Mereka duduk-duduk. Tak jauh dari gerbang. Dua kursi diletakkan di tempat itu. Tak lupa sebuah meja ke­cil. Tempat meletakkan kopi hitam. Yang menemani mereka berbincang.

Meski tak berada di pinggir jalan, Kantor DPP PBB cukup luas. Bila dilihat, bentuk ban­gunannya menyerupai huruf C. Seluruh bangunan terdiri dari dua lantai. Cat krem yang divar­iasikan dengan warna hijau khas PBB, mewarnai seluruh dinding. Baik bangunan, eksterior, mau­pun interior.

Selain jadi kantor DPP, bangunan ini juga dijadikan kantor badan-badan otonom. Semuanya berafiliasi dengan partai itu. Lebih dari dua. Muslimat Bulan Bintang, Brigade Hizbullah dan Komite Aksi Pemenangan Pemilihan Umum (KAPPU) Pusat.

Paling depan, terdapat kantor sekretariat partai. Tempat itu tampak dijadikan semacam lob­by. Sebagai tempat awal meneri­ma tamu-tamu yang berkunjung. Beberapa buah kursi dan sebuah meja resepsionis diletakkan di ruangan tersebut. Sebuah televisi dipasang di dindingnya.

Lebih ke dalam, ada kantor KAPPU Pusat. Kantor tersebut berbatasan langsung dengan sekretariat. Juga sebuah kan­tin. Semakin ke dalam, masih terdapat kantor badan-badan otonom. Seperti Muslimat Bulan Bintang hingga Brigade Hizbullah. Musala melengkapi gedung tersebut.

Di bagian dalam gedung, kantor dibuat layaknya ruangan kantor pada umumnya. Masing-masing ruangan dibatasi dinding dari batu. Ukuran masing-masing ruangan pun tak begitu luas. Hanya seki­tar 4x4 meter. Ruangan-ruangan tersebut pun diisi peralatan kan­tor pada umumnya. Seperti kursi maupun terdapat meja.

Selain gedung kantor, ada lapangan terbuka di bagian tengah. Cukup luas. Ukurannya, lebih dari 1.000 meter persegi. Lapangan, biasanya dijadikan tempat parkir. Tapi hari itu tem­pat parkir juga sepi.

Kantor DPP PBB juga sepi dari spanduk maupun poster. Hampir tak ada spanduk yang terlihat. Kecuali, baliho besar di bagian depan. Tak tampak juga poster atau baliho yang menunjukkan dukungan terhadap salah satu pasangan capres-cawapres.

Irwan, hari itu bertugas di kantor tersebut. Tak ada kegiatankhusus yang dilakukannya. Siang itu, dia berbincang denganseorang rekan­nya. Tak jelas benar apa yang ten­gah mereka bincangkan. "Kalau hari Minggu memang begini, Bang. Sepi," ujar Irwan.

Irwan bilang, biasanya aktivi­tas di Kantor DPP PBB, berlang­sung dari Senin sampai Sabtu. Sedangkan Minggu, praktis tertutup. Kecuali, jika ada acara tertentu. Terakhir, kata dia, DPP PBB mengadakan kegiatan pada Sabtu malam (20/1). "Kalau besok pasti ada kegiatan, seperti biasa," jelas Irwan.

Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) DPP PBB Ajuansyah Surbakti mengatakan, partainya belum mengumumkan mendu­kung salah satu paslon. Apalagi, memasang spanduk atau poster salah satu paslon di Kantor DPP. "Tapi, debat soal dukungan capres selalu ramai di WA group PBB," jelas Ajuansyah.

Adapun, saat ini pihaknya tengahmempersiapkan Rakornas. Rencananya, diadakan di Mercure, Ancol, akhir bulan ini. Dia bilang, persiapannya sudah 85 persen. Undangan sudah dikirim ke tiap wilayah. Dan, Dewan Pimpinan Cabang (DPC) di seluruh Indonesia. "Tanggal 26 Januari 2019 hasil keputusannya," ucap Ajuansyah.

Diserahkan Ke Ketua Umum, Ketua Majelis Syuro dan Ketua Mahkamah Partai
Soal Keputusan Dukung Capres
Wasekjen DPP PBB Ajuansyah Surbakti mengatakan, Rakornas mendatang jadi ajang konsolidasi. Selain itu, pema­paran rencana strategis partai. Dan, sosialisasi dukungan sikap PBB, dalam mendukung capres-cawapres.

Kata Ajuasnyah, rapat pleno Sabtu (19/1), sudah menghasilkankeputusan. Dukungan untuk pasangan capres-cawapres, diserahkan kepada Ketum PBB Yusril Ihza Mahendra, Ketua Majelis Syuro MS Kaban dan Ketua Mahkamah Partai M Yasin Ardhi. "Keputusan mereka, batas akhir tanggal 26 Januari, sudah ada hasilnya," ucap Ajuansyah.

Kata dia, dalam pertemuan para pimpinan hingga jelang tengah malam, disepakati tidak perlu voting. Semua keputusan diserahkan kepada tiga elite partai itu. Soal hasilnya, ada kemungkinan di Rakornas hanya mengumumkan saja. "Tapi, jangan lupa ada konsolidasi strategis selain sosialisasi," tutur caleg PBB ini.

Sebelumnya, terkait sikap sangketum yang merapat ke kubu capres nomor urut 01 se­bagai pengacara, Ketua Bidang Pemenangan PBB Sukmo Harsono menyatakan, itu adalah sikap pribadi. Sikap resmi PBB akan diketahui nanti. Apakah akan sama dengan langkah Yusril.

Kendati demikian, menurut Sukmo, langkah itu mendapat dukungan dari seluruh unsur pengurus partai. Baik dari pusat sampai daerah. "Walaupun be­berapa provinsi menyatakan samina' wa ato'na, apa pun pu­tusan Ketum," ujar Sukmo.

Menurut Sukmo, PBB bisa meloloskan diri menjadi peserta Pemilu 2019 tidak terlepas dari peran Yusril dan DPP. Kata dia, pihaknya mampu membuktikan dalil-dalil dalam proses ajudikasi di Bawaslu.

Dia bilang, caleg serta pengu­rus saat ini full speed turun ke daerah. Menggalang dukungan rakyat agar mampu menda­pat satu fraksi. Baik di DPR, provinsi dan kabupaten/kota.

"Lolos tidaknya PBB adalah karena kerja mesin partai, bu­kan karena deal-deal politik," ujarnya. ***

Populer

Kasi Intel-Pidsus Kejari Ponorogo Terseret Kasus Korupsi Bupati Sugiri

Rabu, 21 Januari 2026 | 14:15

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

KPK Dikabarkan OTT Walikota Madiun Maidi

Senin, 19 Januari 2026 | 15:23

Aneh! UGM Luluskan Jokowi dengan Transkrip Nilai Amburadul

Minggu, 18 Januari 2026 | 00:35

Eggi Sudjana Kerjain Balik Jokowi

Selasa, 20 Januari 2026 | 15:27

Jokowi Sulit Mengelak dari Tuduhan Ijazah Palsu

Rabu, 14 Januari 2026 | 23:15

UPDATE

Penggorengan Saham yang Mau Diberantas Purbaya Dipertanyakan

Kamis, 22 Januari 2026 | 23:53

Prabowo Izinkan Danantara Rekrut WNA untuk Pimpin BUMN

Kamis, 22 Januari 2026 | 23:38

Purbaya Klaim Bisa Pantau Rekening Semua Pejabat Kemenkeu

Kamis, 22 Januari 2026 | 23:34

Di WEF Davos, Prabowo Sebut RI Tak Pernah Sekalipun Gagal Bayar Utang

Kamis, 22 Januari 2026 | 23:14

Polda Metro Turunkan Puluhan Ribu Personel Siaga Banjir

Kamis, 22 Januari 2026 | 23:13

KPK Obok-Obok Rumah dan Kantor Bupati Sudewo

Kamis, 22 Januari 2026 | 22:29

Kemlu RI Tegaskan Tak Ada Kewajiban Bayar Rp16,9 Triliun setelah Gabung Dewan Perdamaian

Kamis, 22 Januari 2026 | 22:28

Prabowo Resmi Teken Piagam Dewan Perdamaian di Davos

Kamis, 22 Januari 2026 | 22:07

Wisuda ke-II UNOSO Dihadiri Mahfud MD hingga Rocky Gerung

Kamis, 22 Januari 2026 | 21:55

KPK: Pengabaian Pengawasan Kredit Bisa Berujung Pidana

Kamis, 22 Januari 2026 | 21:36

Selengkapnya