Berita

Menteri Keuangan Malaysia Lim Guan Eng//CNA

Dunia

Menkeu: Malaysia Butuh Permintaan Maaf Dengan USD 7,5 Dari Goldman Sachs

JUMAT, 18 JANUARI 2019 | 21:39 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Permintaan maaf yang dikeluarkan oleh Goldman Sachs dirasa tidak cukup. Malaysia menuntut kompensasi mengingat peran yang dimainkan oleh mantan bankirnya dalam skandal 1Malaysia Development Berhad (1MDB).

Begitu kata Menteri Keuangan Malaysia Lim Guan Eng, Jumat (18/1) menanggapi permintaan maaf yang kepala eksekutif Goldman Sachs David Solomon pada Rabu (16/1). Solomon meminta maaf kepada orang-orang Malaysia atas peran mantan bankir Tim Leissner dalam kasus 1MDB.

Lim mengatakan bahwa sementara permintaan maaf Goldman Sachs diperlukan untuk Malaysia dan rakyatnya, bank investasi itu harus memikul tanggung jawab.


"Permintaan maaf tidak cukup, tetapi permintaan maaf dengan 7,5 miliar dolar AS, itu yang penting," katanya.

"Hanya ketika Anda membayar ganti rugi dan kompensasi, itu sudah cukup. Kami mencari 7,5 miliar dolar AS," tambahnya seperti dimuat Channel News Asia.

Sejumlah besar uang publik diduga dicuri dari 1MDB dan digunakan untuk membeli sejumlah benda mulai dari kapal pesiar hingga karya seni dalam skema yang diduga melibatkan mantan perdana menteri Najib Razak.

Peran Goldman Sach berada di bawah pengawasan karena dilaporkan membantu mengatur 6,5 miliar dolar AS dalam tiga penjualan obligasi untuk 1MDB. Kuala Lumpur menuduh bank dan mantan karyawannya menyalahgunakan miliaran dolar. [mel]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Tiga Tahun UU TPKS: DPR Soroti Masalah Penegakan Hukum dan Temuan Kasus di Lapas

Kamis, 15 Januari 2026 | 12:08

Komisi III DPR Mulai Bahas RUU Perampasan Aset Tindak Pidana

Kamis, 15 Januari 2026 | 11:48

Utang Luar Negeri Indonesia Kompak Menurun

Kamis, 15 Januari 2026 | 11:34

Giliran Ketua DPD PDIP Jawa Barat Ono Surono Diperiksa KPK di Kasus OTT Bupati Bekasi

Kamis, 15 Januari 2026 | 11:19

Muncul Tudingan Pandji Antek Asing di Balik Kegaduhan Mens Rea

Kamis, 15 Januari 2026 | 11:04

Emas Antam Naik Terus, Tembus Rp2,67 Juta per Gram!

Kamis, 15 Januari 2026 | 10:54

KPK Tak Segan Tetapkan Heri Sudarmanto Tersangka TPPU

Kamis, 15 Januari 2026 | 10:43

TAUD Dampingi Aktivis Lingkungan Laporkan Dugaan Teror ke Bareskrim

Kamis, 15 Januari 2026 | 10:28

Istana Ungkap Pertemuan Prabowo dan Ribuan Guru Besar Berlangsung Tertutup

Kamis, 15 Januari 2026 | 10:27

Update Bursa: BEI Gembok Saham Tiga Saham Ini Akibat Lonjakan Harga

Kamis, 15 Januari 2026 | 10:17

Selengkapnya