Berita

Supermoon/Net

Dunia

Ini Daftar Wilayah Untuk Melihat Supermoon Pertama Tahun 2019

KAMIS, 17 JANUARI 2019 | 10:51 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Fenomena alam gerhana bulan total atau supermoon dan bahkan disebut juga super blood wolf  moon akan terjadi akhir pekan ini dan terlihat di sejumlah wilayah di dunia. Gerhana bulan ini diperkirakan akan terjadi antara tanggal 20 hingga 21 Januari 2019.

Fenomena alam ini hanya terjadi selama bulan purnama, terjadi ketika bumi berbaris di antara matahari dan bulan, menghalangi cahaya matahari dan melemparkan bayangan di permukaan bulan.

Menurut NASA, bagian supermoon dari peristiwa ini terjadi ketika bulan purnama berada pada titik terdekat dari orbit ke Bumi atau disebut perigee. Bulan terlihat lebih terang 14 persen lebih besar dan 30 persen lebih terang dari biasanya. Itulah mengapa nampak lebih terang dan lebih besar dari bulan purnama.


Supermoon akhir pekan ini adalah yang pertama terjadi pada tahun 2019 ini. Diperkirakan tahun ini akan terjadi tiga kali fenomena supermoon, menurut EarthSky. Supermoon kedua akan berlangsung 19 Februari dan yang ketiga pada 21 Maret.

Supermoon akan terlihat dari sejumlah wilayah Amerika Utara dan Selatan, Eropa, dan Afrika Barat. Sedangkan gerhana bulan parsial akan terlihat di sejumlah wilayah di Afrika Tengah dan Timur dan Asia.

Situs Time and Date membuat daftar wilayah mana saja yang akan dapat melihat fenomena tersebut. Berikut daftar wilayah yang dapat melihat fenomena gerhana bulan total.

1. Kairo, Mesir
2. Ankara, Turki
3. Lisbon, Portugal
4. Budapest, Hungaria
5. Athena, Yunani
6. Paris, ÃŽle-de-France, Prancis
7. Guatemala City, Guatemala
8. Roma, Italia
9. Havana, Kuba
10. Madrid, Spanyol
11. Washington DC, Distrik Columbia, AS
12. Brussels, Brussels, Belgia
13. London, Inggris, Inggris
14. New York, New York, AS
15. Los Angeles, California, AS
16. Moskow, Moskow, Rusia
17. Chicago, Illinois, AS
18. Detroit, Michigan, AS
19. Buenos Aires, Argentina
20. Mexico City, Ciudad de México, Meksiko. [mel]

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

Kubu Jokowi Bergerak Senyap untuk Jatuhkan Prabowo

Rabu, 25 Maret 2026 | 06:15

UPDATE

KPK Cium Skandal Baru Izin Tambang di Maluku Utara, Nama Haji Romo Ikut Terseret

Rabu, 01 April 2026 | 08:16

Wall Street Kembali Sumringah

Rabu, 01 April 2026 | 08:07

WFH ASN Diproyeksikan Hemat Kompensasi BBM Rp 6,2 Triliun

Rabu, 01 April 2026 | 07:53

Emas Melonjak 3 Persen, tapi Cetak Rekor Penurunan Bulanan Terburuk Sejak 2008

Rabu, 01 April 2026 | 07:42

RI Murka di DK PBB, Nilai Serangan TNI di Lebanon Tak Lepas dari Israel

Rabu, 01 April 2026 | 07:35

Pasar Saham Eropa Tutup Maret dengan Koreksi Terburuk dalam Empat Tahun

Rabu, 01 April 2026 | 07:24

Menhan AS Sebut Perang Iran Masuk Fase Penentuan

Rabu, 01 April 2026 | 07:17

Italia Gagal Lolos Piala Dunia Setelah Ditekuk 4-1 oleh Bosnia

Rabu, 01 April 2026 | 06:57

Katastropik Demokrasi Kita

Rabu, 01 April 2026 | 06:48

Soleman Ponto: Intelijen pada Dasarnya Teroris

Rabu, 01 April 2026 | 06:20

Selengkapnya