Berita

Politik

Debat Hebat 2019

RABU, 16 JANUARI 2019 | 15:36 WIB | OLEH: KHALID ZABIDI

KPU telah menentukan jadwal debat Capres 2019 pertama akan digelar pada Kamis (17/1/2019). Debat Capres 2019 antara kedua kandidat, Jokowi vs Prabowo bertempat di Hotel Bidakara, Jakarta.

Tema yang diambil yaitu "Hukum, HAM, Korupsi, dan Terorisme". Mantan jurnalis SCTV, Ira Koesno, dan jurnalis senior TVRI, Imam Priyono, didapuk menjadi moderator debat capres-cawapres pertama.

Sementara tim panelis yang akan menyusun pertanyaan debat terdiri sejumlah pakar dan profesional, yaitu Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik, pakar hukum tata negara Bivitri Susanti, mantan Ketua Mahkamah Agung Bagir Manan, dan guru besar hukum internasional Hikmahanto Juwana.


Debat dalam rangka pilpres yang ditayangkan di TV sudah ada sejak 2004 menjadi tradisi terpenting dalam proses  pemilihan Presiden. Makin hari, debat capres selalu ditunggu publik untuk melihat penampilan capres dan cawapres andalannya, mereka akan  mendengar gagasan, visi misi dan program capres dan cawapres selain menjadi sarana pendidikan politik buat rakyat cerminan kualitas demokrasi sekaligus sebagai ajang uji kemampuan komunikasi politik capres dihadapan para pemilihnya.

Petahana tentu diuntungkan dengan statusnya yang sedang memerintah, petahana dapat menyampaikan gagasan, visi dan misi sejalan dengan program yang telah dan sudah dilakukan selama 4 tahun lebih memerintah dengan ukuran-ukuran pencapaian yang faktual, petahana dapat memamerkan keberhasilan dan tentu menjanjikan akan meneruskan keberhasilan-keberhasilan itu.

Penantang walau tidak diuntungkan karena belum dan tidak ada prestasi pencapaian keberhasilan namun mereka punya celah menilai dan mengkritisi petahana pada program-programnya yang gagal tidak memenuhi target atau janji-janji kampanye yang tidak terpenuhi dan meleset.  Sebagai oposisi justru memudahkan mengeluarkan jurus attacking dan menawarkan perubahan yang dijanjikan akan lebih baik dari petahana yang sekarang memimpin.

Debat capres kali ini akan sangat berdampak pada elektoral kedua kandidat capres, baik Jokowi maupun Prabowo,  karena : 1. Hanya ada 2 kandidat, sehingga pro kontra akan sangat diametral berhadap-hadapan sehingga memudahkan publik menentukan pada gagasan mana dia akan memutuskan pilihan, 2. Makin Meluas dan makin banyaknya sarana komunikasi publik untuk mengakses debat capres  apakah melalui TV, internet dan medsos, publik akan secara masif dan massal terpapar info-info terkait hasil debat, apakah itu yang memiliki tone positif maupun tone negatif yang dihasilkan dari debat demi debat, 3. Masih banyaknya publik yang belum menentukan untuk menjatuhkan pilihan politiknya pada salah satu kandidat (undecided voters), dan berharap pada debat inilah untuk membantu mereka mencari info sebanyak mungkin untuk menentukan pilihannya.

Publik akan melakukan konfigurasi dukungan setelah mendengarkan dan merenungkan hasil debat sehingga dapat mengubah konstelasi elektabilitas kedua capres , bagi publik rasional mereka akan memperhatikan gagasan para capres, bagi publik emosional akan memperhatikan gesture para capres, bagi publik yang pragmatis memperhatikan capres mana yang paling menguntungkan.

Apapun hasil dari debat capres itu, saya ucapkan selamat menyaksikan debat hebat para capres semoga kedua kandidat baik Jokowi Maruf dan Prabowo Sandi mengeluarkan gagasan dan penampilan terbaik sehingga memudahkan publik menjatuhkan pilihan bukan sekedar untuk memenangkan kandidat menjadi Presiden tapi membuat bangsa dan rakyat Indonesia lebih baik. [***]

Penulis politikus muda Golkar.


Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

UPDATE

Bareskrim Gerebek 9 Lokasi Rawan Narkoba di Sumut, Puluhan Pengedar dan Pemakai Diamankan

Senin, 12 Oktober 2026 | 12:28

Pasar Serdang Kemayoran Segera Direvitalisasi

Senin, 12 Oktober 2026 | 12:15

Hadiah Bibit Korupsi

Senin, 12 Oktober 2026 | 12:01

Aparat Usut Dugaan Investasi Emas Bodong Rp25 Miliar yang Seret Sejumlah Artis

Senin, 12 Oktober 2026 | 11:55

Putusan MK soal Gibran Bergulir ke Ranah Politik

Senin, 12 Oktober 2026 | 11:39

Karhutla Belum Tuntas, Pemerintah Kaji Langkah Penanganan Terbaik

Senin, 12 Oktober 2026 | 11:34

Kemenhub Catat 1.673 Penerbangan Terdampak Karhutla: 907 Batal

Senin, 12 Oktober 2026 | 11:17

Radja Nainggolan Ungkap Penyesalan Besar Belum Pernah Bela Timnas Indonesia

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Trump Pertimbangkan Bantu Arab Saudi Perangi Houthi

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:48

Selengkapnya