Berita

Foto/Net

Politik

Pemerintah Harus Kaji Kembali Sistem Satu Kanal Penempatan TKI Ke Timur Tengah

SELASA, 15 JANUARI 2019 | 15:10 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

. Pemerintah akan melakukan penempatan Pekerja Migran Indonesia atau TKI ke Timur Tengah dengan sistem satu kanal, sesuai Kepmenaker Nomor: 291/2018.

Hal itu menuai polemik tersendiri dari beberapa kalangan. Menurut pemerhati pekerja migran Benhard Nababan sistem itu cenderung memunculkan monopoli.

"Dengan sistem satu kanal, perusahaan penempatan Pekerja Migran Indonesia menjadi tidak kompetitif dan cenderung monopoli," kata Benhard dalam keterangannya, Selasa (15/1).


Benhard yang pernah bekerja untuk CIMW, Migrant CARE dan Staf Khusus Kepala BNP2TKI ini menyebut hal itu juga menimbulkan persaingan usaha tidak sehat di kalangan perusahaan penempatan pekerja migran Indonesia terutama bagi yang bukan anggota APJATI.

"Apakah pemerintah benar-benar bisa menjamin perlindungan Pekerja Migran Indonesia (PMI) dalam penempatan satu kanal? Selain itu pemberian hak kepada satu asosiasi rentan dengan praktik-praktik KKN, bila tidak dilakukan secara transparan sebagaimana prinsip good governance," bebernya.

Sambung dia, sebaiknya pemerintah mempertimbangkan kembali sistem penempatan Pekerja Migran Indonesia satu kanal ke Timur Tengah.

"Ya itu agar tidak dinilai sebagai bentuk kegagapan dalam menyediakan lapangan kerja di dalam negeri," pungkasnya. [rus]

Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

KPK NU Demo di Gedung Merah Putih KPK, Desak Penangkapan Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:23

UPDATE

Wall Street Hijau Usai Data Tenaga Kerja Redupkan Sinyal Kenaikan Bunga The Fed

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:21

Biaya Perawatan Naik 106 Persen, Deteksi Dini Penting untuk Tekan Risiko

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:05

Harga Solar Naik Tinggi, G7 Lepas 100 Juta Barel Cadangan

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:51

Bank Syariah Jumbo Bakal Bertambah, OJK Pasang Target Lima Pemain

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:21

Bursa Eropa Bangkit, DAX Naik 1,17 Persen

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:06

Digitalisasi Parkir On Street Efektif Cegah Pungli

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:53

Suyudi-Wahyu Memimpin Polri: Tujuh Agenda Besar, Saatnya Pembuktian

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:22

Awas, Aktivitas Merapi Melonjak

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:04

Pengamen Dilarang Aktivitas di Mikrotrans dan Halte Transjakarta

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 05:53

Ahli Hukum Diusir MK, Apakah Gibran Sudah Bisa Didiskualifikasi?

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 05:34

Selengkapnya