Berita

Foto: RMOL

Nusantara

Sopir Tangki Pertamina Bertahan Di Depan Istana, Satpol PP Ikut Kawal

SELASA, 15 JANUARI 2019 | 10:13 WIB | LAPORAN:

. Sebelum aksi di depan Istana Jakarta, massa dari buruh sopir tangki Pertamina Patra Niaga yang tergabung dalam Serikat Pekerja Awak Mobil Tangki (SP-AMT) menggelar aksi di depan kantor Kementerian BUMN.

Aksi di depan Istana sekarang (Selasa, 15/1), merupakan aksi yang kesekian kalinya. Sama dengan aksi-aksi sebelumnya, buruh sopir menggelar aksi kubur diri dan menginap di lokasi aksi.

Ratusan sopir sejak 26 Desember 2018 menginap di Taman Pandang, depan Istana Negara, Jakarta Pusat. Jumlah mereka sekitar 350 orang. Mereka mendirikan tenda seadanya dari terpal, tali dan bambu.


Pagi ini terpantau, puluhan petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan kepolisian berjaga-jaga di sekitar tenda mereka.

Turunnya Satpol PP membuat massa SP-AMT sedikit heran. Hal itu disampaikan Jenderal Lapangan aksi Aris Wuyono.

"Ini baru pertama petugas Satpol PP turun tangan. Alasannya kami tidak tahu, mana orang kita sudah sering menginap," ujar Aris Wuyono ditemui di depan Taman Pandang.

Adapun alasan mereka menginap karena belum mendapat keadilan yang setara dimana sejak 19 bulan lalu mereka di PHK. Tragisnya, mereka diberhentikan hanya melalui pesan singkat SMS. Dengan begitu, mereka nekat terus memperjuangkan hingga menginap di depan Istana agar suara mereka didengar oleh Presiden Jokowi.

Aksi SP-AMT menyuarakan empat tuntutan: Pertama, bayarkan upah lembur yang belum dibayarkan sesuai nota sudinaker dan Kementerian Ketenagakerjaan dan upah proses selama di-PHK. Kedua, pekerjakan kembali 1.095 AMT yang di-PHK massal dan secara sepihak.

Ketiga, angkat kami sebagai karyawan tetap di PT. Pertamina Patra Niaga dan PT. Elnusa Petrofin, sesuai dengan nota sudinaker yang sudah disahkan oleh pengadilan; dan keempat, bayarkan hak pensiun bagi pekerja yang lanjut usia sesuai perundang undangan yang berlaku. [rus]

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

Menhub Perketat Izin Berlayar di Labuan Bajo demi Keamanan Wisata Nataru

Kamis, 01 Januari 2026 | 08:15

Nasib Kenaikan Gaji PNS 2026 Ditentukan Hasil Evaluasi Ekonomi Kuartal I

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:58

Cahaya Solidaritas di Langit Sydney: Menyongsong 2026 dalam Dekapan Duka dan Harapan

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:40

Refleksi Pasar Ekuitas Eropa 2025: Tahun Kebangkitan Menuju Rekor

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:13

Bursa Taiwan Cetak Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah Berkat Lonjakan AI

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:02

3.846 Petugas Bersihkan Sampah Tahun Baru

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:58

Mustahil KPK Berani Sentuh Jokowi dan Keluarganya

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:22

Rakyat Sulit Maafkan Kebohongan Jokowi selama 10 Tahun

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:03

Pilkada Lewat DPRD Abaikan Nyawa Demokrasi

Kamis, 01 Januari 2026 | 05:45

Korupsi Era Jokowi Berlangsung Terang Benderang

Kamis, 01 Januari 2026 | 05:21

Selengkapnya