Berita

Direktur Al Aqsa dilarikan ke rumah sakit/Al Jazeera

Global

Pasca Pengepungan, Polisi Israel Tinggalkan Kompleks Masjid Al Aqsa

SELASA, 15 JANUARI 2019 | 05:54 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Dome of the Rock yang terletak di kompleks Masjid Al Aqsa di Yerusalem Timur yang diduduki telah dibuka kembali untuk umat Muslim setelah pengepungan selama berjam-jam oleh polisi Israel.

Tidak lama setelah masjid dibuka kembali awal pekan ini (Senin, 14/1), lima warga Palestina, termasuk tiga penjaga masjid ditahan oleh polisi Israel ketika mereka meninggalkan daerah itu. Kabar itu merujuk pada koresponden Badan Anadolu yang berbasis di daerah tersebut.

Sebelumnya, polisi Israel telah melakukan pengepungan di Dome of the Rock yang segera memicu ketegangan di wilayah itu.


Menurut Firas al-Dibs, jurubicara Otoritas Endowmen Keagamaan Yerusalem, insiden itu dimulai sebelumnya pada hari Senin ketika penjaga Palestina menutup masjid setelah seorang polisi Israel mencoba memasuki situs tersebut tanpa izin.

"Para penjaga meminta polisi untuk melepas topi (Kippah khas Yahudi Kippah) sebelum memasuki masjid, tetapi dia menolak dan berusaha untuk memaksa masuk ke tempat itu, mendorong para penjaga untuk menutupnya," kata Dibs seperti dimuat Al Jazeera.

Dibs mengatakan polisi Israel melakukan pemeriksaan keamanan rutin setiap pagi. Namun, karena petugas itu menolak melepas kippahnya, para penjaga curiga bahwa ia akan melakukan ibadah Yahudi di dalam masjid.

Warga non-Muslim diizinkan untuk mengunjungi situs tersebut selama jam-jam tertentu, tetapi tidak diperbolehkan untuk melakukan di situs tersebut.

Para jamaah kemudian bentrok dengan polisi ketika polisi Israel tiba dan menunggu di luar masjid untuk menangkap para penjaga Palestina.

Dibs mengatakan, selama perkelahian, polisi Israel secara fisik menyerang Sheikh Omar al-Kiswani, direktur Masjid Al Aqsa. Dia telah dilarikan ke rumah sakit untuk perawatan.

Pihak Israel tidak segera mengeluarkan pernyataan.

Diketahui bahwa kompleks Masjid Al-Aqsa adalah situs tersuci ketiga bagi umat Islam setelah Mekah dan Madinah, sementara orang Yahudi menyebutnya sebagai Temple Mount. [mel]

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

UPDATE

OASE III PTKIN 2026: UIN Sunan Kalijaga Raih Juara Umum

Sabtu, 07 November 2026 | 08:19

Wall Street Rebound, Nasdaq Masih Babak Belur

Sabtu, 07 November 2026 | 08:05

Luruskan Tudingan Rekayasa, Muhammad Munawar: Proses Etik Dasaad Dilakukan secara Kelembagaan

Sabtu, 07 November 2026 | 07:38

Siapa Stephen Miller, Orang Kepercayaan Trump yang Jadi Kepala Staf Gedung Putih?

Sabtu, 07 November 2026 | 07:28

Gejolak Politik AS dan Krisis Prancis Tekan Pasar Saham Eropa

Sabtu, 07 November 2026 | 07:10

Ahmad Doli Kurnia dan Masa Depan Golkar

Sabtu, 07 November 2026 | 06:50

Penyadapan Presiden Bukan Pengalihan Isu, Tapi Operasi Terorganisir

Sabtu, 07 November 2026 | 06:25

Palestina dan Percaturan Imperium Global

Sabtu, 07 November 2026 | 05:59

Penyadapan Prabowo Ancaman Serius terhadap Negara

Sabtu, 07 November 2026 | 05:41

Kasus Listyo Sigit Momentum Evaluasi Sistem Keamanan Nasional

Sabtu, 07 November 2026 | 05:18

Selengkapnya