Berita

Nevlut Cavusoglu/Reuters

Dunia

Tanggapi Ancaman Trump, Menlu Turki: Kami Tidak Takut

SELASA, 15 JANUARI 2019 | 04:48 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Turki menampik ancaman Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang pada akhir pekan kemarin mengatakan akan menyerang ekonomi Turki jika menyerang pasukan Kurdi di Suriah pasca penarikan pasukan Amerika Serikat.

"Anda tidak dapat mencapai apa pun dengan mengancam Turki secara ekonomi," kata Menteri Luar Negeri Nevlut Cavusoglu, menanggapi ancaman tersebut, seperti dimuat BBC (Senin, 14/1).

Dia juga menekankan bahwa Turki tidak takut dengan ancaman apapun.


"Kami telah mengatakan berulang kali bahwa kami tidak akan takut atau dihalangi oleh ancaman apa pun," tegasnya.

Dia juga mengkritik metode Trump, dengan mengatakan bahwa masalah strategis tidak seharusnya dibahas melalui media sosial.

"Aliansi strategis tidak boleh didiskusikan melalui Twitter atau media sosial," tandasnya.

Sementara itu, jurubicara Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, Ibrahim Kalin, mengatakan Turki mengharapkan Amerika Serikat dapat menghormati kemitraan strategis.

"Teroris tidak bisa menjadi mitra dan sekutu Anda," katanya.

Pasukan Kurdi atau yang juga dikenal sebagai Unit Perlindungan Rakyat Kurdi (YPG) merupakan sekutu Amerika Serikat dalam perang melawan ISIS di Suriah. Namun bagi Turki, YPG adalah perpanjangan dari Partai Pekerja Kurdistan (PKK) yang dicap sebagai teroris di Turki. [mel]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Omongan Amien Rais Dibenarkan Publik selama Tak Dibantah Teddy

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:15

UPDATE

Bali Disiapkan Jadi “Dubai Baru”, Duit Asing Bebas Pajak

Jumat, 08 Mei 2026 | 20:07

DPR Minta Pemerintah Cepat Terbitkan Aturan Turunan UU PPRT

Jumat, 08 Mei 2026 | 20:01

Dugaan Korupsi Dana APBD untuk Unsultra Dilaporkan ke KPK

Jumat, 08 Mei 2026 | 19:57

DPR: Kode Etik Media Arus Utama Lebih Jelas Dibanding New Media

Jumat, 08 Mei 2026 | 19:38

Tarumajaya Raih Paritrana Award Bukti Desa Berpihak kepada Rakyat

Jumat, 08 Mei 2026 | 19:26

Polisi Sudah Periksa 39 Saksi Terkait Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur

Jumat, 08 Mei 2026 | 19:15

Ekonomi Tumbuh (Tidak) Disyukuri

Jumat, 08 Mei 2026 | 19:11

Ombudsman RI Bentuk Majelis Etik untuk Tegakkan Integritas dan Profesionalisme

Jumat, 08 Mei 2026 | 19:10

Sejarah Erupsi Gunung Dukono Masa ke Masa

Jumat, 08 Mei 2026 | 19:06

PLN Bedah Mitigasi Risiko Pidana dalam Penerapan KUHP dan KUHAP Baru

Jumat, 08 Mei 2026 | 18:42

Selengkapnya