Berita

Foto: Net

Nusantara

Oknum Guru Sebar Hoax, FSGI: Mendesak Keterampilan Berpikir Kritis

MINGGU, 13 JANUARI 2019 | 08:34 WIB | LAPORAN:

Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) prihatin seorang guru SMP menjadi tersangka kasus hoax tujuh kontainer suara suara tercoblos.

Guru tersebut mengajar di sebuah sekolah swasta di Cilegon, Banten. Bahkan diduga oknum guru ini merupakan simpatisan salah satu pasangan capres-cawapres.

Catatan FSGI, Februari 2018 silam, juga ada oknum guru di Banten yang jadi tersangka karena menyebarkan hoax soal PKI. Begitu juga oknum dosen di Medan.


"Rentetan kasus oknum guru, termasuk dosen, yang menyebarluaskan berita hoax membuat keprihatinan yang mendalam bagi FSGI. Sebab guru dan dosen sejatinya adalah intelektual, yang lekat dengan nilai-nilai akademis, ilmiah, objektif, rasional dan kritis. Tapi yang terjadi justru sebaliknya," ujar Wasekjen FSGI, Satriwan Salim dalam keterangannya, Minggu (13/1).

Karena itulah FSGI mendesak pemerintah, dalam hal ini Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) segera memberikan pelatihan keterampilan berpikir tingkat tinggi, yang di dalamnya terdapat keterampilan berpikir kritis bagi para guru.

Keterampilan berpikir tingkat tinggi ini kemudian sering disebut dengan High Order Thinking Skills/HOTS.

Satriwan menekankan, berpikir kritis tidak hanya ditujukan kepada siswa ketika Ujian Nasional, tetapi juga bagi para guru.

"Adanya oknum guru yang suka menyebarkan berita berkonten hoax dan hate speech mengindikasikan jika keterampilan berpikir kritis ini belum sepenuhnya dipahami dan diimplementasikan oleh para guru di ruang kelas sehari-hari," tuturnya.

FSGI juga menilai penyebaran hoax oleh oknum terdidik seperti guru menandakan kemampuan literasi guru juga masih rendah.

Gerakan Literasi Sekolah yang diinisiasi pemerintah selama ini, menurut Satriawan, lebih menargetkan siswa dengan skema pembiasaan membaca sebelum belajar dan budaya membaca di sekolah.

Tapi yang sebenarnya jauh lebih urgent adalah "literasi digital" yang bersifat kritis bagi guru.

"Guru seharusnya tidak mudah percaya dengan apa yang disuguhkan oleh internet, tetapi mekanisme berpikir kritis dan verifikatif harusnya lebih dulu dilakukan," tegasnya.

Jika ada berita yang belum valid kebenarannya, lanjut Satriawan, mesti dipastikan dulu. Jangan mudah membagikan tautan situs tanpa memahami konten berita. Apalagi dari situs kanal berita yang belum dikenal alias tidak mainstream.

Guru juga menurut dia, jangan mudah percaya dengan berita-berita bombastis, apalagi dari media sosial lalu dibagikan ke media sosial lainnya.

"Sudah waktunya guru membaca dan memahami UU ITE. Jika guru rendah dalam literasi, jangan berharap para peserta didik kita akan gemar membaca," imbuhnya.[wid]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

UPDATE

Industri Sawit Terintegrasi Disiapkan PTPN di Sei Mangkei

Kamis, 30 April 2026 | 22:15

Gubernur NTB Tolak Cabut Laporan Aktivis Kemanusiaan

Kamis, 30 April 2026 | 21:41

APBN Tekor Rp240,1 T, Kemenkeu Tiadakan Konferensi Pers

Kamis, 30 April 2026 | 21:37

DPR Soroti Peran Strategis Proyek Danantara bagi Industri dan Lapangan Kerja

Kamis, 30 April 2026 | 20:41

Sejarah Hari Pendidikan Nasional 2 Mei, Asal Usul dan Peran Ki Hadjar Dewantara

Kamis, 30 April 2026 | 20:21

Mitigasi Dampak Perubahan Iklim, PLN-UNOPS Dorong Utilisasi EBT Nasional

Kamis, 30 April 2026 | 20:16

Apa Itu Sinkhole yang Muncul Kebun Warga Gunungkidul Yogyakarta?

Kamis, 30 April 2026 | 19:46

Sejarah Outsourcing dari Zaman Kolonial hingga Jadi Tuntutan di Hari Buruh 2026

Kamis, 30 April 2026 | 19:32

Kebijakan Energi RI Terjebak Pola Pikir Jangka Pendek Menahun

Kamis, 30 April 2026 | 19:27

Komisaris PT Loco Montrado Dicecar KPK soal Pengembalian Kerugian Negara Rp100 Miliar

Kamis, 30 April 2026 | 19:25

Selengkapnya