Berita

Gerakan rompi kuning/Net

Dunia

Gerakan Rompi Kuning Belum Redup, 32 Ribu Orang Turun Ke Jalanan Perancis

MINGGU, 13 JANUARI 2019 | 00:31 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Ribuan demonstran anti-pemerintah yang menggaungkan nama gerakan rompi kuning masih melanjutkan aksi mereka di akhir pekan ini. Mereka melakukan aksi dalam putaran baru protes terhadap kebijakan ekonomi Presiden Emmanuel Macron.

Aksi unjuk rasa masih berpusat di ibukota Paris. Ribuan pengunjuk rasa berjalan melalui pusat kota Paris dari Kementerian Keuangan di timur ke Arc de Triomphe di barat pada hari Sabtu (12/1)

Beberapa bentrokan pecah antara polisi dan pengunjuk rasa di dekat monumen, sementara pasukan keamanan menembakkan gas air mata pada pengunjuk rasa yang melemparkan batu dan benda-benda lain ke arah mereka.


Dikabarkan Al Jazeera, Kementerian Dalam Negeri Prancis mengatakan sekitar 32.000 orang telah melakukan protes di seluruh Perancis, termasuk 8.000 di antara berpusat di ibukota.

Kementerian itu mengatakan 100 orang ditangkap pada akhir pekan ini di Paris dan kota-kota lain, termasuk 82 orang yang masih ditahan polisi.

Para pejabat Perancis menekankan bahwa tidak ada toleransi untuk kekerasan yang telah merusak protes mingguan sejak mereka mulai dua bulan lalu. Pemerintah Perancis mengerahkan sekitar 80.000 pasukan keamanan nasional untuk mengawal aksi mingguan tersebut.

Di Paris, pusat dari bentrokan jalanan yang berapi-api dan vandalisme yang telah menjadi berita utama global, ada 5.000 polisi anti huru hara, menggunakan barikade tinggi dan kendaraan lapis baja untuk mengunci pusat Place de la Concorde dan distrik sekitarnya.

Ratusan petugas juga berjaga-jaga di Champs-Elysees, tempat bank, toko perhiasan, dan toko-toko lainnya menaiki jendela untuk mengantisipasi penjarahan dan kekerasan yang baru. [mel]

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

UPDATE

Diminati Klub Azerbaijan, Persib Siap Lepas Eliano Reijnders?

Sabtu, 04 April 2026 | 15:58

Investasi Emas untuk Keuntungan Maksimal: Mengapa Harus Disimpan dalam Jangka Panjang?

Sabtu, 04 April 2026 | 15:37

Harga Plastik Melonjak, Pengamat Ingatkan Dampaknya Bisa Lebih Berbahaya dari BBM

Sabtu, 04 April 2026 | 14:49

DPR Minta ASN yang WFH Dipantau Ketat!

Sabtu, 04 April 2026 | 14:31

Komisi V DPR Minta Pemerintah Lakukan Pemilihan Terdampak Gempa Sulut-Malut

Sabtu, 04 April 2026 | 14:00

DPR Minta Pemda Pertahankan Guru PPPK Paruh Waktu di Tengah Efisiensi Anggaran

Sabtu, 04 April 2026 | 13:47

Trump Digugat Dua Lusin Negara Bagian Terkait Pemilu

Sabtu, 04 April 2026 | 13:24

Daftar Tayang Bioskop April 2026: Dari Petualangan Galaksi Mario hingga Ketegangan Horor Lokal

Sabtu, 04 April 2026 | 13:22

Ledakan di Markas PBB Lebanon Kembali Lukai 3 Prajurit TNI, 2 Luka Serius

Sabtu, 04 April 2026 | 13:01

Sindiran Iran ke AS Menggema di Tengah “Pembersihan” Pentagon

Sabtu, 04 April 2026 | 12:51

Selengkapnya