Berita

Perdana Menteri Makedonia Zoran Zaev/BBC

Global

Resmi Ganti Nama Negara, Makedonia Bersiap Jadi Anggota Uni Eropa

SABTU, 12 JANUARI 2019 | 21:58 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Parlemen Makedonia telah menyetujui amandemen konstitusi untuk mengubah nama negara tersebut menjadi Republik Makedonia Utara.

Perdana Menteri Zoran Zaev berhasil mengamankan mayoritas dua pertiga yang dibutuhkan dalam pemungutan suara bersejarah di tengah pemboikotan oleh oposisi nasionalis jelang akhir pekan ini. Dia mengamankan 81 suara dari 120 suara yang ada di parlemen.

Perubahan nama itu bertujuan untuk mengakhiri perselisihan 27 tahun dengan Yunani, yang memiliki wilayah sendiri bernama Makedonia.


"Babak sejarah baru di negara bagian kita telah ditulis malam ini," kata pemerintah Macedonia dalam sebuah pernyataan (Jumat, 11/1).

Dengan mengganti nama resmi negara, maka Yunani harus mengangkat hak veto atas tawaran Makedonia untuk bergabung dengan NATO dan Uni Eropa.

"Itu benar-benar membuat dua kepentingan negara terbesar kami, keanggotaan di NATO dan Uni Eropa," sambungnya seperti dimuat BBC.

Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg memuji pemungutan suara itu dan mengatakan aliansi itu sangat mendukung implementasi penuh dari perjanjian, yang merupakan kontribusi penting bagi kawasan yang stabil dan makmur."

Merujuk pada referendum tidak mengikat yang dilakukan September tahun lalu, ditemukan bahwa Lebih dari 90 persen pemilih Makedonia mendukung perubahan. Tetapi pemilihan itu dianggap tidak sah karena jumlah pemilih yang rendah. [mel]

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

UPDATE

OASE III PTKIN 2026: UIN Sunan Kalijaga Raih Juara Umum

Sabtu, 07 November 2026 | 08:19

Wall Street Rebound, Nasdaq Masih Babak Belur

Sabtu, 07 November 2026 | 08:05

Luruskan Tudingan Rekayasa, Muhammad Munawar: Proses Etik Dasaad Dilakukan secara Kelembagaan

Sabtu, 07 November 2026 | 07:38

Siapa Stephen Miller, Orang Kepercayaan Trump yang Jadi Kepala Staf Gedung Putih?

Sabtu, 07 November 2026 | 07:28

Gejolak Politik AS dan Krisis Prancis Tekan Pasar Saham Eropa

Sabtu, 07 November 2026 | 07:10

Ahmad Doli Kurnia dan Masa Depan Golkar

Sabtu, 07 November 2026 | 06:50

Penyadapan Presiden Bukan Pengalihan Isu, Tapi Operasi Terorganisir

Sabtu, 07 November 2026 | 06:25

Palestina dan Percaturan Imperium Global

Sabtu, 07 November 2026 | 05:59

Penyadapan Prabowo Ancaman Serius terhadap Negara

Sabtu, 07 November 2026 | 05:41

Kasus Listyo Sigit Momentum Evaluasi Sistem Keamanan Nasional

Sabtu, 07 November 2026 | 05:18

Selengkapnya