Berita

Ilustrasi/Net

Politik

Sebaiknya Para Politisi Gerindra Bantu Menaikkan Elektabilitas Prabowo

SABTU, 12 JANUARI 2019 | 19:19 WIB | LAPORAN: DEDE ZAKI MUBAROK

Grind Perindo menanggapi pernyataan politisi Partai Gerindra Iwan Sumule yang memojokkan Ketua Umum Partai Perindo Hary Tanoesoedibjo terkait kasus di Kejaksaan Agung.

Menurut Ketua Umum Grind Perindo Kuntum Khairu Basa, kasus Hary Tanoe sudah selesai. Sehingga pernyataan politisi Gerindra tersebut dianggap memojokkan. Kuntum menilai bahwa Iwan Sumule sakit hati dengan pilihan politik Hary Tanoe dan Perindo yang mendukung calon presiden petahana Joko Widodo. Padahal, selama ini hubungan Hary Tanoe dengan capres Gerindra Prabowo Subianto sangat baik dan tidak ada masalah dengan perbedaan pilihan politik.

"Iwan sumule ini salah alamat memojokkan Hary Tanoe. Jangan karena Hary Tanoe mendukung Jokowi lalu Hary Tanoe dipojokkan dengan masalah yang sudah selesai. Hubungan Hary Tanoe dengan Prabowo sebetulnya juga baik-baik saja, kegiatan mereka juga diliput dengan berimbang di media-media milik Hary Tanoe," jelas Kuntum.


Untuk itu, dia berharap para politisi Gerindra sebaiknya fokus dengan program yang ditawarkan kepada masyarakat terkait pencalonan Prabowo yang saat ini dinilai tidak punya program yang jelas untuk masyarakat.

"Sebaiknya Iwan Sumule fokus membantu menaikkan elektabilitas Prabowo. Jangan memberikan pernyataan-pernyataan yang cenderung hoax," tegas Kuntum. [wah]

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

Kubu Jokowi Bergerak Senyap untuk Jatuhkan Prabowo

Rabu, 25 Maret 2026 | 06:15

UPDATE

KPK Cium Skandal Baru Izin Tambang di Maluku Utara, Nama Haji Romo Ikut Terseret

Rabu, 01 April 2026 | 08:16

Wall Street Kembali Sumringah

Rabu, 01 April 2026 | 08:07

WFH ASN Diproyeksikan Hemat Kompensasi BBM Rp 6,2 Triliun

Rabu, 01 April 2026 | 07:53

Emas Melonjak 3 Persen, tapi Cetak Rekor Penurunan Bulanan Terburuk Sejak 2008

Rabu, 01 April 2026 | 07:42

RI Murka di DK PBB, Nilai Serangan TNI di Lebanon Tak Lepas dari Israel

Rabu, 01 April 2026 | 07:35

Pasar Saham Eropa Tutup Maret dengan Koreksi Terburuk dalam Empat Tahun

Rabu, 01 April 2026 | 07:24

Menhan AS Sebut Perang Iran Masuk Fase Penentuan

Rabu, 01 April 2026 | 07:17

Italia Gagal Lolos Piala Dunia Setelah Ditekuk 4-1 oleh Bosnia

Rabu, 01 April 2026 | 06:57

Katastropik Demokrasi Kita

Rabu, 01 April 2026 | 06:48

Soleman Ponto: Intelijen pada Dasarnya Teroris

Rabu, 01 April 2026 | 06:20

Selengkapnya