Berita

Dr Mahathir Mohamad mengatakan dia menerima telepon kehormatan dari anggota Dewan Konsultasi Malaysia untuk Agama Buddha, Kristen, Hindu, Sikh, dan Tao di kantornya/CNA

Global

Mahathir Mohamad: Malaysia Junjung Tinggi Toleransi Beragama

JUMAT, 11 JANUARI 2019 | 21:58 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Pemerintah Pakatan Harapan di Malaysia akan sangat sensitif terhadap semua agama.

Pernyataannya itu disampaikan Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Mohamad di tengah tanda-tanda perpecahan rasial menyusul kerusuhan baru-baru ini di sebuah kuil Hindu di Selangor, serta sebuah konvensi anti-Internasional tentang Penghapusan Segala Bentuk Diskriminasi Rasial (ICERD) di Kuala Lumpur.
Dalam sebuah posting Facebook yang singkat, Mahathir mengatakan, dia menerima panggilan kehormatan dari anggota Dewan Konsultasi Malaysia untuk Agama Buddha, Kristen, Hindu, Sikh, dan Tao di kantornya.

"Terlepas dari perbedaan kami, negara ini lebih damai dari negara lain dalam hal harmoni ras dan toleransi beragama," kata Mahathir seperti dimuat Channel News Asia (Jumat, 11/1).

"Terlepas dari perbedaan kami, negara ini lebih damai dari negara lain dalam hal harmoni ras dan toleransi beragama," kata Mahathir seperti dimuat Channel News Asia (Jumat, 11/1).

"Pemerintah ini akan sangat sensitif terhadap semua agama dan pada saat yang sama kita masing-masing harus mematuhi aturan hukum," tegasnya sambil menambahkan bahwa Malaysia cinta damai dan harmoni.

Kekhawatiran tentang ketegangan ras dan agama meningkat setelah kerusuhan di sebuah kuil Hindu di Subang Jaya pada bulan November 2018 lalu.

Panitia administrasi kuil dan pengembangnya, One City Development, berselisih mengenai sebidang tanah tempat kuil itu berdiri. [mel]

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

UPDATE

OASE III PTKIN 2026: UIN Sunan Kalijaga Raih Juara Umum

Sabtu, 07 November 2026 | 08:19

Wall Street Rebound, Nasdaq Masih Babak Belur

Sabtu, 07 November 2026 | 08:05

Luruskan Tudingan Rekayasa, Muhammad Munawar: Proses Etik Dasaad Dilakukan secara Kelembagaan

Sabtu, 07 November 2026 | 07:38

Siapa Stephen Miller, Orang Kepercayaan Trump yang Jadi Kepala Staf Gedung Putih?

Sabtu, 07 November 2026 | 07:28

Gejolak Politik AS dan Krisis Prancis Tekan Pasar Saham Eropa

Sabtu, 07 November 2026 | 07:10

Ahmad Doli Kurnia dan Masa Depan Golkar

Sabtu, 07 November 2026 | 06:50

Penyadapan Presiden Bukan Pengalihan Isu, Tapi Operasi Terorganisir

Sabtu, 07 November 2026 | 06:25

Palestina dan Percaturan Imperium Global

Sabtu, 07 November 2026 | 05:59

Penyadapan Prabowo Ancaman Serius terhadap Negara

Sabtu, 07 November 2026 | 05:41

Kasus Listyo Sigit Momentum Evaluasi Sistem Keamanan Nasional

Sabtu, 07 November 2026 | 05:18

Selengkapnya