Berita

Foto/Net

Politik

Isu Maritim Harus Jadi Tema Tersendiri Debat Pilpres

JUMAT, 11 JANUARI 2019 | 17:17 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

. Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) menilai penting agar isu kemaritiman menjadi tema tersendiri dalam debat calon presiden.

Hal ini mengingat bahwa posisi laut dan berbagai sumber daya yang terkandungnya secara ekonomi, sosial, budaya dan politik serta pertahanan dan keamanan adalah masa depan bangsa.

"Selama 73 tahun Indonesia berdiri, kita bersepakat bahwa kita adalah bangsa kepulauan dengan dikelilingi lautan sebagai penghubung. Debat capres sebagai ajang penyampaian gagasan, visi, misi dan program kerja capres kedepannya jika terpilih nanti, merupakan ajang penilaian publik bagaimana pola pikir kandidat pemimpin negara tersebut," ujar Ketua KNTI Marthin Hadiwinata dalam keterangannya, Jumat (11/1).


Dalam debat capres kita dapat menilai ke mana kelak orientasi pembangunan pada masa pemerintahnya. Maka dari itu, Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebagai penyelenggara Pemilu 2019 harus memasukan isu kemaritiman dalam tema debat.

"Sejarah telah membuktikan kepada kita bahwa kebesaran, kejayaan, kesentausaan dan kemakmuran negara kita hanya dapat dicapai apabila kita menguasai lautan. Itu kata Bung Karno tanggal 6 Oktober 1966 di atas geladak RI Tjandrasa," beber Marthin.

Dalam empat tahun terakhir, Pemerintah Indonesia yang dipimpin oleh Presiden Jokowi sebagai Capres nomor urut 01 mengusung visi utama Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia. Alangkah baiknya, jika debat capres ini menjadi sarana pasangan Capres petahana memaparkan capaian kinerja masa pemerintahannya serta mengenalkan program lanjutannya dalam bidang kemaritiman.

Kemudian, dari pasangan Prabowo Subianto sebagai Capres nomor urut 2dapat menjadikan debat capres ini sebagai evaluasi kinerja petahana sekaligus mengenalkan visi, misi dan program kemaritiman yang harusnya dapat lebih baik.

"Sehingga perdebatan besar gagasan kemaritiman Indonesia dapat membuahkan arah gerak besar negara kelautan dan kepulauan Republik Indonesia yang lebih baik," harapnya.

Masih ada waktu KPU untuk memutuskan dan memasukan tema kemaritiman sebagai agenda tersendiri dalam debat capres, agar debat capres ini sesuai dengan kepribadian bangsa yang memiliki sejarah panjang kejayaan maritim.

"Sehingga dalam masa kepemimpinan presiden pola pembangunan tidak kalang kabut. Karena memiliki pijakan yang sesuai dengan karakteristik bangsa dan negaranya," pungkasnya.

KNTI yang dimotori oleh pengurus DPD KNTI Kota Semarang menggalang dukungan untuk petisi meminta KPU menjadikan isu kemaritiman sebagai debat tersendiri. Petisi yang digalang oleh KNTI tersebut dapat dibuka dan diisi pada laman berikut: https://bit.ly/2ssXxmB. [rus]

Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

KPK NU Demo di Gedung Merah Putih KPK, Desak Penangkapan Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:23

UPDATE

Wall Street Hijau Usai Data Tenaga Kerja Redupkan Sinyal Kenaikan Bunga The Fed

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:21

Biaya Perawatan Naik 106 Persen, Deteksi Dini Penting untuk Tekan Risiko

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:05

Harga Solar Naik Tinggi, G7 Lepas 100 Juta Barel Cadangan

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:51

Bank Syariah Jumbo Bakal Bertambah, OJK Pasang Target Lima Pemain

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:21

Bursa Eropa Bangkit, DAX Naik 1,17 Persen

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:06

Digitalisasi Parkir On Street Efektif Cegah Pungli

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:53

Suyudi-Wahyu Memimpin Polri: Tujuh Agenda Besar, Saatnya Pembuktian

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:22

Awas, Aktivitas Merapi Melonjak

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:04

Pengamen Dilarang Aktivitas di Mikrotrans dan Halte Transjakarta

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 05:53

Ahli Hukum Diusir MK, Apakah Gibran Sudah Bisa Didiskualifikasi?

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 05:34

Selengkapnya