Berita

Foto:RMOLSumsel

Nusantara

Buka Praktik Terapi Kesehatan Ilegal, 20 WNA Diciduk Imigrasi

KAMIS, 10 JANUARI 2019 | 15:13 WIB | LAPORAN: YELAS KAPARINO

Kantor Kementerian Hukum dan HAM Sumatera Selatan mengamankan 20 warga negara asing (WNA) yang kedapatan membuka pengobatan terapi kesehatan secara ilegal. Mereka diciduk saat membuka praktik di salah satu Ballroom Novotel, Palembang

Kepala Kantor Kementrian Hukum dan HAM Sumsel, Sudirman mengatakan para WNA ini tidak punya dokumen pendukung untuk bekerja di Indonesia.  Mereka datang  ke Indonesia dengan paspor wisata.

Dari mereka yang  diamankan, 16 orang berasal dari  Malaysia, yakni  Khairul Azhar, Kellie Tan, Fong Chee, Ng Min Mieng, Lio On, KiHo Cun, Lam Hoi Wing, Lee Yo Shen, Leo Yang, Chap Lai Kin, Diong Ying, M Eddi,Widad, Cheong ,Liew Jun dan Chap Lai.


Dua WNA lainnya berkewrganegaraan RRC yakni Chan Wing Hong dan Lam Hoi Wing. Seorang dari Hongkong yaitu Li On Ki dan satu lagi kewarganegaraan Taiwan, Ho Chun.

Sudirman menceritakan, terbongkarnya praktik ini bermula dari informasi yang diterima pihaknya tentang adanya pengobatan pijat terapi yang dilakukan oleh orang asing di salah satu Ballroom Novotel Palembang.

“Lalu kita lakukan pemeriksaan ternyata 20 WNA tersebut memiliki visa wisata bukannya untuk bekerja. Jadi mereka menyalahi izin tinggal," ujar Sudirman, seperti dilansir RMOL Sumsel, Kamis (10/1).

Sudirman menambahkan, dari pemeriksaan instensif diketahui para WNA ini sudah berada di Palembang selama dua hari dari tiga hari yang direncanakan. Mereka juga membuka praktik serupa di Medan dan Bali dengan nama Cris Liong Metode (CLM).

“Pengobatan mereka dengan metode terapi. Mereka menyebarkan informasi secara online. Untuk sekali pengobatan sebesar Rp 4,5 juta," terangnya.

Masih kata Sudirman, diperkirakan ada ratusan orang yang menjadi pasien dalam pengobatan alternatif ini. Pihaknya akan berkordinasi dengan Disnaker terkait izin praktik pengobatan mereka.

Pihaknya juga akan mengklarifikasi  lebih jauh hotel karena, para WNA ini tidak berada di dalam kamar melainkan membuka praktek di Ballroom.

"Pimpinanya itu Cris Liong sedangkan yang  mengorganisir Selvi. Ke depan kita akan cekal dan deportasi. Bisa juga  ditindaklanjuti prosjitusia dan dilimpahkan ke Kejaksaan agar disidangkan, tergantung dari hasil pemeriksaan," tandas Sudirman. [yls]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Masuk Tahap Pembuktian, Denny Indrayana Minta MK Panggil Gibran

Senin, 28 September 2026 | 18:16

Bukan Sekadar Parlemen, MPR Penjaga Konstitusi dan Kebangsaan

Senin, 28 September 2026 | 18:09

Dari 49 Tahun, Antrean Faktual Haji Kini Jadi 14 Tahun

Senin, 28 September 2026 | 17:44

Prabowo Perintahkan Audit Forensik Tata Kelola Keuangan Haji

Senin, 28 September 2026 | 17:38

Warga Ngadu ke DPR Gegara Kasus Dugaan Mafia Tanah Disetop

Senin, 28 September 2026 | 17:33

Mengenal Megathrust, 14 Segmen Sumber Gempa di Indonesia dan Potensi Magnitudonya

Senin, 28 September 2026 | 17:25

Dirjenpas Janji Bongkar 13 Bangunan Lapas Cibinong

Senin, 28 September 2026 | 17:16

Apa Itu Fenomena Blue Fire di Gunung Papandayan? Ini Penjelasan Ahli

Senin, 28 September 2026 | 17:08

Kesaktian Silfester Mulai Berkurang

Senin, 28 September 2026 | 17:05

Harga BBM Pertamina 28 September 2026, Pertalite hingga Pertamax Masih Segini

Senin, 28 September 2026 | 16:59

Selengkapnya