Berita

Presiden Jokowi/Net

PDB Pertanian Melejit 47 Persen, Bentuk Keberhasilan Jokowi

KAMIS, 10 JANUARI 2019 | 02:14 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Dalam empat tahun terakhir, seluruh program Kementerian Pertanian (Kementan) bertujuan pada satu hal yakni perbaikan kesejahteraan petani.

Tujuannya untuk mendongkrak pertumbuhan perekonomian nasional, sehingga tidak perlu heran tatkala Produk Domestik Bruto (PDB) di sektor pertanian melesat naik 47 persen atau setara Rp 1,375 triliun.

Anggota DPR Fraksi PKB Daniel Johan menilai bahwa pencapaian tersebut merupakan prestasi Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam bidang pertanian.


“Iya ini sangat membanggakan. Ini menjadi salah satu prestasi Presiden Jokowi,” ujar Daniel kepada Kantor Berita Politik RMOL, Rabu (9/1).

Kementan di bawah kepemimpinan Menteri Amran Sulaiman memang kerang memberikan terobosan-terobosan yang baik untuk mendongkrak PDB pertanian. Hasilnya kini, angkanya cukup fantastis dari tahun-tahun sebelumnya.

Pada tahun 2013, nilai PDB sektor pertanian Rp 994,8 triliun dan pada tahun 2017 menjadi Rp 1.344,7 triliun atau naik sebesar Rp 350 triliun atau 35,17 persen. Bahkan selama periode 2013-2017, akumulasi tambahan nilai PDB sektor pertanian yang mampu dihasilkan mencapai Rp 1.375 triliun atau naik 47 persen dibandingkan dengan tahun 2013.

Daniel Johan yang juga merupakan Wakil Ketua Komisi IV DPR itu mengungkapkan bahwa hal tersebut harus menjadi acuan sekaligus role model ke depan.

“Ke depan yang penting juga bagaimana pertanian harus mewujudkan hilirisasi untuk petani,” imbuhnya.

Dari pencapaian itu, janji Jokowi di tahun 2014 yang berhubungan dengan pertanian telah tertunaikan. Khususnya dalam visi Nawacita yang mencakup poin sektor ekonomi strategis, di mana pertanian termasuk di dalamnya.

“Dalam konteks ini (pertanian), iya janji Pak Jokowi telah tertunaikan,” pungkas Daniel. [jto]

Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

KPK NU Demo di Gedung Merah Putih KPK, Desak Penangkapan Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:23

UPDATE

Wall Street Hijau Usai Data Tenaga Kerja Redupkan Sinyal Kenaikan Bunga The Fed

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:21

Biaya Perawatan Naik 106 Persen, Deteksi Dini Penting untuk Tekan Risiko

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:05

Harga Solar Naik Tinggi, G7 Lepas 100 Juta Barel Cadangan

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:51

Bank Syariah Jumbo Bakal Bertambah, OJK Pasang Target Lima Pemain

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:21

Bursa Eropa Bangkit, DAX Naik 1,17 Persen

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:06

Digitalisasi Parkir On Street Efektif Cegah Pungli

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:53

Suyudi-Wahyu Memimpin Polri: Tujuh Agenda Besar, Saatnya Pembuktian

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:22

Awas, Aktivitas Merapi Melonjak

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:04

Pengamen Dilarang Aktivitas di Mikrotrans dan Halte Transjakarta

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 05:53

Ahli Hukum Diusir MK, Apakah Gibran Sudah Bisa Didiskualifikasi?

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 05:34

Selengkapnya