Berita

Direktur Komunikasi BPN Imelda Sari/Net

Politik

BPN Tidak Ingin Debat Capres Seperti Debat Kusir

SELASA, 08 JANUARI 2019 | 14:59 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Badan Pemenangan Nasional Prabowo Subianto-Sandiaga Uno tidak ingin ajang debat capres menjadi debat kusir, melainkan harus jauh lebih penting pada substansinya.

"Buat kami paslonlah super star yang harus diberikan frekuensi publik yang luas terkait urusan visi misi melalui forum debat capres," kata Direktur Komunikasi BPN Prabowo-Sandi Imelda Sari dalam keterangannya, Selasa (8/1).

Kemudian, soal adanya bocoran pertanyaan kepada capres-cawapres, Imelda menilai bahwa metode seperti itu terkesan seperti cerdas cermat.


"Sayang sekali jika debat pilpres dikesankan seperti cerdas cermat yang tiap jawaban ada nilai yang memerlukan bocoran atau contekan. Karena publik justru ingin melihat kemampuan dan spontanitas pemimpin dalam menjelaskan masalah bangsa." bebernya.

Di lain sisi, BPN mengakui bahwa Komisi Pemilihan Umum sudah bersusah payah dalam merangkai program debat capres.

Imelda justru menyayangkan ada pernyataan-pernyataan, misalnya seperti dilontarkan Arya Sinulingga, yang justru membuat gaduh menjelang pelaksanaan debat capres.

"Sengkarut pendapat dan statement menjelang debat capres bisa-bisa justru mereduksi makna debat capres yang sudah susah payah dirancang KPU," jelasnya. [wah]

Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

KPK NU Demo di Gedung Merah Putih KPK, Desak Penangkapan Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:23

UPDATE

Wall Street Hijau Usai Data Tenaga Kerja Redupkan Sinyal Kenaikan Bunga The Fed

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:21

Biaya Perawatan Naik 106 Persen, Deteksi Dini Penting untuk Tekan Risiko

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:05

Harga Solar Naik Tinggi, G7 Lepas 100 Juta Barel Cadangan

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:51

Bank Syariah Jumbo Bakal Bertambah, OJK Pasang Target Lima Pemain

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:21

Bursa Eropa Bangkit, DAX Naik 1,17 Persen

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:06

Digitalisasi Parkir On Street Efektif Cegah Pungli

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:53

Suyudi-Wahyu Memimpin Polri: Tujuh Agenda Besar, Saatnya Pembuktian

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:22

Awas, Aktivitas Merapi Melonjak

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:04

Pengamen Dilarang Aktivitas di Mikrotrans dan Halte Transjakarta

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 05:53

Ahli Hukum Diusir MK, Apakah Gibran Sudah Bisa Didiskualifikasi?

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 05:34

Selengkapnya