Berita

Nicolas Maduro/Net

Global

Belasan Negara Amerika Latin Satu Suara Tolak Akui Pemerintahan Baru Nicolas Maduro

SABTU, 05 JANUARI 2019 | 22:48 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Sejumlah diplomat dari negara-negara Amerika Latin dan Kanada yang tergabung dalam Kelompok Lima, mendesak Presiden Venezuela Nicolas Maduro untuk tidak dilantik untuk masa jabatan kedua setelah pemilu tahun lalu.

Kelompok Lima yang terdiri dari Argentina, Brazil, Kanada, Chile, Kolombia, Kosta Rika, Guatemala, Honduras, Meksiko, Panama, Paraguay, Peru dan Guyana serta Saint Lucia itu mengeluarkan pernyataan bersama pada hari Jumat (4/1), setelah pertemuan di ibukota Peru, Lima.

Dikabarkan Reuters, mereka satu suara untuk menyerukan Maduro agar menyerahkan kekuasaan kepada Majelis Nasional yang dikontrol oposisi sampai pemilihan baru dapat diadakan. Mereka menyebut bahwa itu adalah satu-satunya cara untuk memulihkan demokrasi di Venezuela.


Kelompok Lima sepakat bahwa anggota kelompok itu tidak akan mengakui masa jabatan baru Maduro dan juga akan melarang pejabat tinggi Venezuela memasuki wilayah mereka sebanyak yang diizinkan oleh hukum domestik mereka masing-masing.

Teguran keras itu terjadi hanya beberapa hari sebelum pelantikan Maduro yang akan digelar pada 10 Januari mendatang. Maduro akan dilantik kembali untuk masa jabatan kedua selama enam tahun ke depan.

Meksiko, yang pernah menjadi salah satu pengkritik Maduro yang paling blak-blakan, adalah satu-satunya anggota koalisi yang abstain dari pemungutan suara terkait pernyataan bersama itu. [mel]

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

UPDATE

OASE III PTKIN 2026: UIN Sunan Kalijaga Raih Juara Umum

Sabtu, 07 November 2026 | 08:19

Wall Street Rebound, Nasdaq Masih Babak Belur

Sabtu, 07 November 2026 | 08:05

Luruskan Tudingan Rekayasa, Muhammad Munawar: Proses Etik Dasaad Dilakukan secara Kelembagaan

Sabtu, 07 November 2026 | 07:38

Siapa Stephen Miller, Orang Kepercayaan Trump yang Jadi Kepala Staf Gedung Putih?

Sabtu, 07 November 2026 | 07:28

Gejolak Politik AS dan Krisis Prancis Tekan Pasar Saham Eropa

Sabtu, 07 November 2026 | 07:10

Ahmad Doli Kurnia dan Masa Depan Golkar

Sabtu, 07 November 2026 | 06:50

Penyadapan Presiden Bukan Pengalihan Isu, Tapi Operasi Terorganisir

Sabtu, 07 November 2026 | 06:25

Palestina dan Percaturan Imperium Global

Sabtu, 07 November 2026 | 05:59

Penyadapan Prabowo Ancaman Serius terhadap Negara

Sabtu, 07 November 2026 | 05:41

Kasus Listyo Sigit Momentum Evaluasi Sistem Keamanan Nasional

Sabtu, 07 November 2026 | 05:18

Selengkapnya