Berita

Ridwan Kamil/RMOLJabar

Nusantara

Emil Rombak 23 Eselon II Demi Akselerasi Pembangunan Jabar

SABTU, 05 JANUARI 2019 | 03:49 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil merombak posisi 23 pejabat eselon II di jajaran Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Pelantikan pejabat baru dilakukan di Gedung Sate, Bandung, Jumat (4/1).

Emil, sapaan akrabnya, menjelaskan bahwa perombakan dilakukan untuk mengakselerasi seluruh program pembangunan yang diusungnya bersama Wakil Gubernur Jabar Uu Ruzhanul Ulum.

"Dalam waktu tidak terlalu lama, bulan depan, formasi tetap eselon tingkat dua-nya penuh, sehingga mesin birokrasi Pemprov Jabar bisa ngabret sesuai yang kita harapkan," ucap Emil, seperti dikutip Kantor Berita RMOLJabar Jumat (4/1).


Rotasi tersebut, sambung Emil, juga merupakan penyegeraan birokrasi di lingkup Provinsi Jawa Barat guna meningkatkan daya dukung pemerintah dalam melaksanakan program yang sudah di canangkan.

"Ini juga penyegeraan birokrasi, dengan jabatan baru diharapkan kinerja pejabat meningkat," ungkapnya.

Dikatakan Emil, ada target tertentu bagi para pejabat dengan posisi baru ini, terutama untuk menjawab kemajuan pembangunan daerah serta menghadapi isu-isu besar yang saat ini muncul.

"Kami harap pejabat ini menunjukkan kinerja, jika kerjanya bagus ngabret ya sudah cocok dengan saya dan yakin bisa menghadapi tantangan baru," ucap Emil.

Akan ada kontrak kerja bagi pejabat di lingkup Pemerintah Provinsi Jawa Barat ini dan harus menyesuaikan. Dirinya mengungkapkan, bahwa pejabat ini bukan hadiah maka harus didapatkan dengan prestasi.

Emil pun berpesan, kepada pejabat yang baru dilantik jangan berpolitik memihak pada salah satu calon presiden atau partai, mengingat sekarang merupakan tahun politik.

"Karena ada niatan untuk berpolitik sebagai ASN maka akan berdampak buruk bagi dirinya, karena individu politik itu di Pemprov Jabar hanya ada dua Gubernur dan Wakil Gubernur saja," tutupnya. [ian]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

2.241 ASN Resmi jadi Komcad Usai Latsarmil Gelombang Kedua Ditutup

Rabu, 30 September 2026 | 00:13

Sabar Tobing: AI Ubah Dunia Perpajakan, Talenta Digital Makin Dibutuhkan

Selasa, 29 September 2026 | 23:50

DPR Minta Pemerintah dan ASDP Tangani Kemacetan Horor Ketapang

Selasa, 29 September 2026 | 23:46

KPK Tegaskan Penyitaan Aset Silmy Karim Sah Usai Praperadilan Ditolak

Selasa, 29 September 2026 | 23:19

KPK Harus Transparan soal Kasus CSR BI-OJK yang Libatkan Dua Anggota DPR

Selasa, 29 September 2026 | 22:39

Kuasa Hukum Faizal Assegaf Apresiasi Polda Metro Periksa Jubir KPK

Selasa, 29 September 2026 | 22:32

Kantor PT Bela Parahiyangan Digeledah Buntut Dugaan Suap HGB ATR/BPN

Selasa, 29 September 2026 | 22:17

Apartemen Vinna Ledy yang Disita KPK Diduga Pemberian Pengusaha

Selasa, 29 September 2026 | 22:09

Membangun Ekosistem Keselamatan dan Perlindungan Korban

Selasa, 29 September 2026 | 22:08

Jokowi Masuk PSI Bisa Mengubah Konfigurasi Politik 2029

Selasa, 29 September 2026 | 22:04

Selengkapnya