Berita

Jamal Khashoggi/Net

Dunia

Kantor HAM PBB Tidak Dapat Prediksi Sidang Pembunuhan Khashoggi

JUMAT, 04 JANUARI 2019 | 23:33 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Kantor Hak Asasi Manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa mengatakan bahwa mereka tidak dapat menilai keadilan dari persidangan yang sedang berlangsung di Arab Saudi mengenai pembunuhan wartawan Jamal Khashoggi, karena dinilai tidak cukup.

Jurubicara Ravina Shamdasani pada hari Jumat (4/1) menegaskan kembali seruan kantor PBB untuk penyelidikan independen dengan keterlibatan internasional.

Komentar dari pejabat PBB itu dikeluarkan sehari setelah pengadilan besar digelar terhadap 11 tersangka yang dituduh melakukan pembunuhan kolumnis Washington Post dibuka di ibukota Saudi, Riyadh.


Seorang jaksa Saudi meminta hukuman mati bagi lima dari 11 tersangka yang terkait dengan pembunuhan yang terjadi 2 Oktober lalu di konsulat Saudi di Istanbul.

Namun PBB mengatakan menentang penerapan hukuman mati dari lima tersangka itu.

Kelompok-kelompok hak asasi menyerukan penyelidikan independen atas pembunuhan Khashoggi.

"Mengingat kemungkinan keterlibatan pihak berwenang Saudi dalam pembunuhan Khashoggi dan kurangnya independensi sistem peradilan pidana Arab Saudi, ketidakberpihakan penyelidikan dan persidangan akan dipertanyakan," kata Samah Hadid, seorang direktur Timur Tengah di Amnesty International.

"Inilah sebabnya mengapa investigasi yang dipimpin PBB dan independen diperlukan untuk pembunuhan itu," tambahnya, seperti dimuat Al Jazeera. [mel]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Keterlambatan Klarifikasi Eggi Sudjana Memicu Fitnah Publik

Kamis, 15 Januari 2026 | 02:10

DPRD DKI Sahkan Dua Ranperda

Kamis, 15 Januari 2026 | 02:05

Tak Ada Kompromi dengan Jokowi Sebelum Ijazah Palsu Terbongkar

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:37

Pernyataan Oegroseno soal Ijazah Jokowi Bukan Keterangan Sembarangan

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:22

Bongkar Tiang Monorel

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:00

Gus Yaqut, dari Sinar Gemilang hingga Berlabel Tersangka

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:44

IPC Terminal Peti Kemas Bukukan Kinerja 3,6 Juta TEUs

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:34

Jokowi vs Anies: Operasi Pengalihan Isu, Politik Penghancuran Karakter, dan Kebuntuan Narasi Ijazah

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:03

Eggi Sudjana dan Jokowi Saling Puji Hebat

Rabu, 14 Januari 2026 | 23:41

Ketidakpastian Hukum di Sektor Energi Jadi Ancaman Nyata bagi Keuangan Negara

Rabu, 14 Januari 2026 | 23:39

Selengkapnya