Berita

Badai Tropis di Thailand/CNN

Dunia

Badai Tropis Langka Sapu Thailand, Ribuan Wisawatan Terjebak

JUMAT, 04 JANUARI 2019 | 20:52 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Ribuan orang, termasuk wisawatan terdampar di pantai teluk selatan Thailand ketika badai tropis mendarat pada hari ini Jumat (4/1).

Pihak berwenang segera menangguhkan semua penerbangan dan layanan feri menjelang badai yang melanda distrik Pak Panang di Provinsi Nakhon Si Thammarat. Menurut Departemen Meteorologi Thailand, Badai membawa serta angin dengan kecepatan maksimum 75 kilometer per jam.

Beberapa tujuan wisata paling populer di negara itu, termasuk pulau Koh Samui, Koh Phangan dan Koh Tao, bersama dengan pulau-pulau di Laut Andaman seperti Phuket dan Koh Phi Phi, yang terkenal akibat film "The Beach", diperkirakan akan terpengaruh oleh badai.


"Sangat menakutkan berada di sini karena kita tidak tahu apa yang akan terjadi dan tidak ada cara untuk pergi," kata turis Amerika Miranda Abidyer, yang terdampar di pulau Koh Samui, seperti dimuat CNN.

Sangat tidak biasa bagi badai tropis dan topan untuk mendarat di Thailand. Badai tropis terakhir yang mendarat di Thailand terjadi pada tahun 1962. Pada saat itu, badai tropis Harriet berdampak pada 12 provinsi dan merenggut 900 nyawa.

Sejak saat itu, satu-satunya topan yang pernah mendarat di negara Asia Tenggara itu adalah Topan Gay pada tahun 1989.

Kepala distrik Koh Samui, Kittipop Roddon, mengatakan bahwa ada sekitar 20.000 wisatawan yang tinggal di pulau itu, yang merupakan yang terbesar kedua di Thailand.

"Pulau itu sekarang benar-benar terputus dari daratan, semua jenis transportasi (ke daratan) telah ditangguhkan sejak kemarin," katanya, seraya menambahkan bahwa ada cukup makanan dan pasokan di Koh Samui untuk bertahan melewati badai.

Tapi banyak wisatawan yang berada di beberapa pulau kecil yang paling rentan. Kepala distrik Koh Phangan dan pulau selam populer Koh Tao mengatakan bahwa ada kekhawatiranbahwa operasi penyelamatan darurat akan lebih sulit di Koh Tao karena letaknya yang terpencil. Dia mengatakan 15.000 wisatawan tetap di Koh Phangan dan sekitar 4.000 di Koh Tao. [mel]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Omongan Amien Rais Dibenarkan Publik selama Tak Dibantah Teddy

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:15

UPDATE

Bali Disiapkan Jadi “Dubai Baru”, Duit Asing Bebas Pajak

Jumat, 08 Mei 2026 | 20:07

DPR Minta Pemerintah Cepat Terbitkan Aturan Turunan UU PPRT

Jumat, 08 Mei 2026 | 20:01

Dugaan Korupsi Dana APBD untuk Unsultra Dilaporkan ke KPK

Jumat, 08 Mei 2026 | 19:57

DPR: Kode Etik Media Arus Utama Lebih Jelas Dibanding New Media

Jumat, 08 Mei 2026 | 19:38

Tarumajaya Raih Paritrana Award Bukti Desa Berpihak kepada Rakyat

Jumat, 08 Mei 2026 | 19:26

Polisi Sudah Periksa 39 Saksi Terkait Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur

Jumat, 08 Mei 2026 | 19:15

Ekonomi Tumbuh (Tidak) Disyukuri

Jumat, 08 Mei 2026 | 19:11

Ombudsman RI Bentuk Majelis Etik untuk Tegakkan Integritas dan Profesionalisme

Jumat, 08 Mei 2026 | 19:10

Sejarah Erupsi Gunung Dukono Masa ke Masa

Jumat, 08 Mei 2026 | 19:06

PLN Bedah Mitigasi Risiko Pidana dalam Penerapan KUHP dan KUHAP Baru

Jumat, 08 Mei 2026 | 18:42

Selengkapnya