Berita

Grace Natalie bersama pengurus DPP PSI saat peluncuran aplikasi GoAhokPSI di Jakata akhir Maret 2016/Net

Politik

PSI Diisi ABG, Arogan Dan Berpikiran Kerdil

JUMAT, 04 JANUARI 2019 | 19:13 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Partai Solidaritas Indonesia (PSI) memberikan award kebohongan kepada Wakil Sekjen Partai Demokrat Andi Arief. Ketua DPP Demokrat Jansen Sitindaon mengatakan pemberian award tersebut merupakan tindakan arogan.

"Apa yang dilakukan PSI itu menunjukkan arogansi politik kekuasaan. Mumpung sedang ada bersama koalisi penguasa, membuat sebuah award, menuduh orang lain melakukan kebohongan padahal terbukti secara hukum saja belum," kata dia, Jumat (4/1).

Jansen juga menyebut tindakan PSI menunjukkan kekerdilan cara berpikir.


"Inilah kalau partai diisi para ABG (Anak Baru Gede)," ucap dia.

Selain perlu belajar politik, masih menurut Jansen, sebagai partai baru PSI juga harus belajar hukum lagi.

Jansen menyebut tindakan PSI menghadiahi Andi Arief piagam Kebohongan Award terkait hoax 7 kontainer surat suara sudah tercoblos sangat keterlaluan. Dia menyebut dengan award itu PSI mem-framing Andi Arief sebagai pelaku penyebar hoax. Padahal fakta hukum tidak menyebut demikian.

Dia menegaskan tidak ada yang salah dari kicauan Andi Arief soal kabar 7 kontainer suara suara yang sudah dicoblos di Pelabuhan Tanjung Priok.

"KPU saja tidak melaporkan Andi Arief. Pemanggilan saja belum ada terhadap Andi Arief apalagi putusan hukum. Perilaku PSI ini sudah lebih tinggi dari hukum," demikian kata Jansen.[dem]

Populer

10.060 Jemaah Umrah Telah Kembali ke Tanah Air

Kamis, 05 Maret 2026 | 09:09

Rumah Bersejarah di Menteng Berubah Wujud

Sabtu, 07 Maret 2026 | 22:49

Pengacara Terkenal yang Menyita Perhatian Publik

Minggu, 08 Maret 2026 | 11:44

Harga Tiket Pesawat Kembali Tidak Masuk Akal

Selasa, 03 Maret 2026 | 03:51

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Siapa Berbohong, Fadia Arafiq atau Ahmad Luthfi?

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:42

Bangsa Tak Akan Maju Tanpa Makzulkan Gibran dan Adili Jokowi

Senin, 09 Maret 2026 | 00:13

UPDATE

Prabowo Desak Bos Batu Bara dan Sawit Dahulukan Pasar Domestik

Sabtu, 14 Maret 2026 | 00:10

Polisi Harus Ungkap Pelaku Serangan Brutal terhadap Aktivis KontraS

Sabtu, 14 Maret 2026 | 00:10

Aparat Diminta Gercep Usut Penyiraman Air Keras terhadap Pembela HAM

Jumat, 13 Maret 2026 | 23:55

Prabowo Ingatkan Pejabat: Open House Lebaran Jangan Terlalu Mewah

Jumat, 13 Maret 2026 | 23:55

Bahlil Tepis Isu Batu Bara PLTU Menipis, Stok Rata-rata Masih 14 Hari

Jumat, 13 Maret 2026 | 23:38

Purbaya Lapor Prabowo Banyak Ekonom Aneh yang Sebut RI Resesi

Jumat, 13 Maret 2026 | 23:32

Kekerasan Terhadap Pembela HAM Ancaman Nyata bagi Demokrasi

Jumat, 13 Maret 2026 | 23:12

Setengah Penduduk RI Diperkirakan Mudik Lebaran 2026

Jumat, 13 Maret 2026 | 23:07

Mentan: Cadangan Beras Hampir Lima Juta Ton, Cukup Hingga Akhir Tahun

Jumat, 13 Maret 2026 | 22:48

Komisi III DPR Minta Dalang Penyerangan Air Keras Aktivis KontraS Dibongkar

Jumat, 13 Maret 2026 | 22:32

Selengkapnya