Berita

Dukusi "Barantan Terus Kembangkan Instrumen Pengawasan Pangan ASUH"/RMOL

Daging Celeng Menyebar, Ini Yang Dilakukan Badan Karantina Kementan

JUMAT, 04 JANUARI 2019 | 17:50 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

. Dalam diskusi yang digelar Badan Karantina Kementerian Pertanian (Barantan) diputarkan video pemusnahan daging celeng yang mencapai ratusan ton yang beredar di sejumlah wilayah, termasuk Jakarta.

Acara diskusi publik tersebut bertajuk "Barantan Terus Kembangkan Instrumen Pengawasan Pangan ASUH" di Gedung Kementan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Jumat (4/1). ASUH adalah Aman Sehat Utuh dan Halal.

Kepala Pusat Karantina Hewan dan Keamanan Hayati Hewani, Barantan, Agus Sunanto menyatakan bahwa peredaran daging celeng di sejumlah daerah termasuk di DKI masih menyisakan sejumlah masalah.


"Jadi, kilas panjang daging celeng ini sebetulnya di Sumatera. Bengkulu, Jambi dan Palembang, ini menjadi masalah masyarakat di sana karena dia menjadi hama terhadap tanaman apa saja itu bisa disebabkan oleh celeng ini," ungkapnya.

Untuk itu, kata Agus, pihaknya mengaku telah melakukan upaya pengawasan peredaran pangan dengan memusatkan produsen untuk peredaran daging celeng.

"Kita tetapkan 1 produsen di Bengkulu, kita buatkan SK dari Barantan, karena dia tidak asal menerima dari luar. Alasannya, lokasi provinsinya juga bagus dan selalu diawasi oleh dinas," kata Agus.

Meski demikian, pihaknya mengakui belum semua dipusatkan menyesuaikan konsumen terbanyak di daerah tersebut.

"Nah ini baru satu, yang Palembang belum ada, yang lain belum ada," ujar Agus.

Tidak hanya itu, kata Agus, pihaknya mengaku telah menerapkan sistem keamanan berbasis digital untuk melakukan pengawasan distribusi daging celeng.

"Metode pengawasan kita dengan tracker yaitu kita dengan memasang GPS pada alat pengangkut. Dari Bengkulu kemudian menyebrang ke Jawa dari Lampung terus ke Cilegon dan terakhir segel dibuka di tempat tujuan," paparnya.

"Apabila pengangkut menyimpang akan terlacak melalui GPS tersebut," imbuhnya.

Turut hadir dalam diskusi tersebut, Nopiyeni (Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Masyarakat Hewan Prov Bengkulu), Arifin Tasriff (Kepala Pusat Kepatuhan, Kerjasama dan Informasi Barantan), Indah Sofianti (Eksportir Jeruk Purut tujuan Perancis), Hendro Juwono (Asosiasi Eksportir dan Importir Buah dan Sayuran Indonesia). [rus]

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

UPDATE

Wall Street Hijau Berkat Inflasi AS Melandai

Rabu, 15 Juli 2026 | 08:16

Danantara Dorong Hilirisasi Mineral untuk Wujudkan Indonesia Pemain Utama Global

Rabu, 15 Juli 2026 | 07:55

AS Serang Iran dan Tutup Akses Pelabuhan di Selat Hormuz

Rabu, 15 Juli 2026 | 07:40

Logam Mulia Melesat Didorong Melandainya Inflasi AS, Emas Tembus 4.000 Dolar AS

Rabu, 15 Juli 2026 | 07:20

Bursa Eropa Rebound, Inflasi AS Melandai Redakan Kekhawatiran Investor

Rabu, 15 Juli 2026 | 07:11

PFI Dukung Zakat Jadi Pengurang Pajak

Rabu, 15 Juli 2026 | 06:52

Kuliner Viral Hair Croissant Tak Bisa Disertifikasi Halal

Rabu, 15 Juli 2026 | 06:21

Prancis Mati Kutu

Rabu, 15 Juli 2026 | 06:05

Karyawan BUMN Bakal Diwajibkan Salurkan Zakat Lewat Baznas

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:37

TPPU Bukan soal untuk Apa Uangnya, tapi soal Asal Usulnya

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:34

Selengkapnya