Berita

Nazaruddin Ibrahim/Dok

Politik

Tim Pembela Jokowi: Temuan KPU Momentum Berantas Hoax Pemilu

JUMAT, 04 JANUARI 2019 | 14:59 WIB | LAPORAN:

Penyebaran informasi hoax adanya tujuh kontainer beriisi surat suara Pilpres 2019 yang tercoblos patut diduga sebagai upaya sekolompok tergorganisir untuk mendeligitimasi Pemilu dan pemerintah.

"Ini sangat berbahaya. Karena itu, polisi harus bertindak super cepat untuk mengungkap penyebaran informasi sesat dan menyesatkan tersebut," ujar koordinator  Nasional Tim Pembela Jokowi (TPJ) Nazaruddin Ibrahim, dalam keterangan tertulis yang diterima Kantor Berita Politik RMOL, Jumat siang (4/1).

Tim Pembela Jokowi, kata Nazar, mendukung penuh Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) yang dengan cepat memproses hukum temuan tesebut.


"TPJ sangat mengapresiasi dan memberikan penghargaan tinggi atas cepatnya KPU dan Bawaslu bertindak," kata Nazar.

Menurut Nazar, saat ini di media sosial, telah terjadi gerakan yang terstruktur, sistematis dan masif dari kelompok yang diduga berpihak kepada salah satu kandidat, untuk menyebarkan informasi sesat dan menyesatkan.

"Hal ini sangat meresahkan karena informasi tersebut sudah dikemas seolah-olah benar, padahal informasi itu hoax," ujarnya.

Nazar mencontohkan, video tentang KTP ganda yang beredar saat ini, yang seolah-olah itu dibuat seperti benar, padahal menurutnya, itu hanyalah informasi hoax yang diproduksi berulang-ulang, terutama saat menjelang Pemilu.

Demikian pula informasi Dian Sastro dengan tagar ganti presiden, voting online KPU, Banser resmi mendukung Prabowo, survei kemenangan Prabowo dan masih banyak lagi.

"Informasi ini hoaks, sesat dan menyesatkan, dan polisi secepatnya harus bertindak," tegasnya.

Ia juga mengimbau Mabes Polri agar segera membentuk Satuan Tugas Khusus untuk hoax Pemilu dan memberikan insentif semisal hadiah atau proteksi atas laporan masyarakat.

"Sudah saatnya Pak Kapolri mengambil inisiatif untuk melakukan upaya-upaya sangat serius bagi pemberantasan hoax Pemilu, karena ini sangat membahayakan bangsa dan negara kita," sarannya.[wid]

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

UPDATE

Penumpang Melonjak di Libur Sekolah, Whoosh Hadirkan Promo Wisata

Sabtu, 27 Juni 2026 | 19:57

Razman Dieksekusi

Sabtu, 27 Juni 2026 | 19:29

Purbaya Bantah Restitusi Pajak Ditahan, Tuding Ada Permainan Oknum DJP

Sabtu, 27 Juni 2026 | 18:51

Dari Kandang ke Kanopi Hutan: Tiga Orangutan Hasil Rehabilitasi Kembali ke Alam Liar

Sabtu, 27 Juni 2026 | 18:45

Perjalanan Tengkar KH Miftachul Akhyar

Sabtu, 27 Juni 2026 | 17:52

Punya Integritas, Zulhas Lantik Uya Kuya Pimpin PAN Jakarta

Sabtu, 27 Juni 2026 | 17:34

Terus Meningkat, Mayoritas Publik Tak Puas Kinerja Wapres Gibran

Sabtu, 27 Juni 2026 | 17:22

Dikuasai Gaya Hidup, Pasar Indonesia Diincar Asing

Sabtu, 27 Juni 2026 | 16:41

Polisi Tangkap Perantara Jual Beli Sabu 1 Kg di Pasar Baru

Sabtu, 27 Juni 2026 | 16:29

JK Resmikan Pembangunan Masjid Hajjah Yuliana Bekas Kantor Polisi di Melbourne

Sabtu, 27 Juni 2026 | 16:00

Selengkapnya