Berita

Qantas/Net

Global

Qantas Dinobatkan Jadi Maskapai Penerbangan Teraman Di Dunia Tahun Ini

JUMAT, 04 JANUARI 2019 | 12:45 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Maskapai penerbangan asal Australia, Qantas, dinobatkan sebagai maskapai teraman di dunia pada Kamis (3/1). Ini adalah kali kelima Qantas menempati posisi tersebut secara berturut-turut, menurut Airline Ratings.

Qantas, salah satu maskapai tertua di dunia itu, dipilih untuk posisi teratas tahun ini karena unggul dengan inovasi keselamatan.

Kepala editor AirlineRatings.com, Geoffrey Thomas mengatakan bahwa maskapai ini telah berada di garis depan dalam mengembangkan teknologi seperti Future Air Navigation System dan perekam data penerbangan yang digunakan untuk memantau kinerja pesawat dan kru.


Bukan hanya itu, maskapai ini juga menggunakan komunikasi satelit untuk memantau mesin di seluruh armadanya secara real-time, yang memungkinkan operator untuk mendeteksi masalah sebelum mereka meningkat ke masalah keselamatan utama.

Maskapai yang masuk dalam 20 besar termasuk Air New Zealand, All Nippon Airways, British Airways, Cathay Pacific Airways, Emirates, Qatar Airways, dan Singapore Airlines.

Maskapai-maskapai ini menonjol di industri dan berada di garis depan keselamatan, inovasi, dan peluncuran pesawat baru.

Sementara itu Japan Airlines (JAL) dan Etihad Airlines, keduanya termasuk dalam daftar sebelumnya, namun tidak dalam daftar tahun ini.

"JAL dikeluarkan karena salah satu pilotnya ditemukan mabuk di Heathrow," kata Thomas seperti dimuat Channel News Asia.

Semua maskapai ini telah lulus Audit Keselamatan Operasional Asosiasi Transportasi Udara Internasional yang ketat dan memiliki catatan keselamatan yang sangat baik. [mel]

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

UPDATE

OASE III PTKIN 2026: UIN Sunan Kalijaga Raih Juara Umum

Sabtu, 07 November 2026 | 08:19

Wall Street Rebound, Nasdaq Masih Babak Belur

Sabtu, 07 November 2026 | 08:05

Luruskan Tudingan Rekayasa, Muhammad Munawar: Proses Etik Dasaad Dilakukan secara Kelembagaan

Sabtu, 07 November 2026 | 07:38

Siapa Stephen Miller, Orang Kepercayaan Trump yang Jadi Kepala Staf Gedung Putih?

Sabtu, 07 November 2026 | 07:28

Gejolak Politik AS dan Krisis Prancis Tekan Pasar Saham Eropa

Sabtu, 07 November 2026 | 07:10

Ahmad Doli Kurnia dan Masa Depan Golkar

Sabtu, 07 November 2026 | 06:50

Penyadapan Presiden Bukan Pengalihan Isu, Tapi Operasi Terorganisir

Sabtu, 07 November 2026 | 06:25

Palestina dan Percaturan Imperium Global

Sabtu, 07 November 2026 | 05:59

Penyadapan Prabowo Ancaman Serius terhadap Negara

Sabtu, 07 November 2026 | 05:41

Kasus Listyo Sigit Momentum Evaluasi Sistem Keamanan Nasional

Sabtu, 07 November 2026 | 05:18

Selengkapnya