Berita

Jacob Zuma/Net

Dunia

Rencana Album Mantan Presiden Dikecam Oposisi

KAMIS, 03 JANUARI 2019 | 21:46 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Rencana mantan Presiden Afrika Selatan, Jacob Zuma untuk membuat rekaman album lagu perjuangan era apartheid memicu pertikaian politik.
Politisi oposisi menyebut bahwa rencana itu merupakan pemborosan uang yang didanai pembayar pajak.
Zuma, yang digulingkan tahun lalu di tengah berbagai skandal penipuan, terkenal gemar bernyanyi dan memiliki suara barito yang khas. Dia kerap menyanyikan lagu di tengah demonstrasi untuk partai Kongres Nasional Afrika (ANC) yang berkuasa dan di sejumlah acara publik.

Baru-baru ini, dia berencana untuk merekam album di depan penonton langsung pada bulan April mendatang dan merilisnya di akhir tahun. Salah satu lagu khas yang akan ada dalam daftar putar di albumnya adalah "Awuleth Umshini Wami" (Bring Me My Machine Gun).


Lagu ini adalah salah satu dari banyak lagu perjuangan puluhan tahun melawan pemerintahan kulit putih minoritas yang masih dinyanyikan saat protes di Afrika Selatan.

"Lagu-lagu ini mengingatkan kita dari mana kita berasal dan bagaimana negara kita ditempa," kata kepala rekreasi dan budaya di kota Ethekwini, Thembinkosi Ngcobo, yang akan mendanai album itu.

"Hal terburuk yang bisa kita lakukan adalah melupakan masa lalu kita," kata Ngcobo seperti dimuat The Guardian.

"Kami mengejar Presiden Zuma selama tiga bulan dan ketika dia mendengar tentang rencana kami, dia lebih bersemangat daripada kami tentang hal itu," tambahnya.

Ngcobo mengatakan Zuma tidak akan dibayar atau menerima keuntungan apa pun dari album tersebut.  

Namun oposisi menilai bahwa itu adalah pemborosan anggaran.
"Album itu sendiri bukan masalah sama sekali, kecuali bahwa itu akan didanai oleh uang publik dan kami tidak tahu berapa banyak," kata anggota dewan oposisi lokal Nicole Graham, dari partai Aliansi Demokratik (DA).

"Ini adalah tentang pertarungan antar kelompok di dalam partai ANC, dengan para pendukungnya berusaha untuk memberinya landasan terus setelah kejatuhannya. DA akan berjuang mati-matian demi kepentingan semua yang memprioritaskan pemberian layanan di atas politik," tambahnya. [mel]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

Terbuka Peluang Duetkan Pramono-AHY di 2029

Jumat, 11 September 2026 | 06:21

Komnas Palestina Salurkan 300.000 Liter Air Bersih ke Gaza

Jumat, 11 September 2026 | 06:08

Buku 'Islam Ala Prabowo' Bukan Produk MUI

Jumat, 11 September 2026 | 05:31

Tak Ada Alasan MK Menolak Gugatan Denny Indrayana Cs

Jumat, 11 September 2026 | 05:14

Kemenhaj Tutup Celah Jual Beli Antrean Haji Khusus

Jumat, 11 September 2026 | 05:04

Tiket Termurah Persija vs Persib Rp150 Ribu, Termahal Rp1,5 Juta

Jumat, 11 September 2026 | 04:24

Pansus Papua DPD RI Harus Bongkar Akar Konflik

Jumat, 11 September 2026 | 04:00

Perampasan Aset: Keharusan Hukum vs Kecemasan Publik

Jumat, 11 September 2026 | 03:39

Kudu Yakin Persib Libas Persija 2-0

Jumat, 11 September 2026 | 03:18

Terima Aspirasi Buruh

Jumat, 11 September 2026 | 03:00

Selengkapnya