Berita

Wakil Kepala Satgas Nusantara Polri, Brogjen Pol. Fadil Imran/Net

Politik

PILPRES 2019

Satgas Nusantara Polri Ajak Mahasiswa Ikut Sejukkan Suasana

KAMIS, 03 JANUARI 2019 | 18:32 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Indonesia yang dihuni sekitar 265 juta jiwa dan kaya akan sumber daya alam adalah anugerah sekaligus memiliki potensi kerawanan konflik atau perpecahan.

Demikian disampaikan Wakil Kepala Satgas Nusantara Polri, Brogjen Pol. Fadil Imran menyapaikan kuliah umum di Aula Ahmad Dahlan Kampus II Universitas Muhammadiyah Prof Dr Hamka (Uhamka), Jakarta Timur, Kamis (3/1). Fadil memggantikan Kasatgas Irjen Pol. Gatot Eddy Pramono yang berhalangan hadir.

Kuliah umum dengan tema "Memperteguh Semangat Kebangsaan Mahasiswa dalam Menjaga Kedamaian dan Kesejukan Kontestasi Pilpres 2019" ini diselanggarakan BEM UHAMKA bekerjasama dengan Dewan Pimpinan Pusat Perkumpulan Gerakan Kebangsaan (DPP PGK).


Menurut Fadil, ada dua faktor yang dapat mempengaruhi kerawanan konflik. Pengaruh pertama karena faktor internal, dimana belum terciptanya pemerataan pembangunan.

"Ketimpangan kesejahteraan karena adanya gap antara yang kaya dengan yang miskin," ujar Fadil, sembari menambahkan potensi kerawanan dapat dipengaruhi karena demokrasi dimanipulasi, low class dimanfaatkan untuk kepentingan elit.

Kemudian faktor eksternal. Maka dari itu, Fadil menegaskan yang diharapkan saat ini adalah perbaikan dalam penguasaan ekonomi atau stabilitas lebih baik.

Selain itu, dia juga memaparkan soal kerawanan Kamtibmas, seperti konflik sosial, kejahatan narkotika, terorisme dan radikalisme, kejahatan dimensi baru seperti cyber crime dan kejahatan yang meresahkan masyarakat, seperti curas dan curanmor, judi dan miras.

Fadil meminta agar pemuda dan mahasiswa bersatu padu, menjadi garda terdepan dalam memberikan rasa aman, nyaman dan kesejukan di tengah-tengah masyarakat.

Di tempat yang sama, Sekjen PGK Ryan Hidayat menyampaikan hal serupa. Menurut Ryan, pemuda dan mahasiswa harus memiliki standing posisi atau sikap tegas di tengah dinamika politik yang terkadang memancing emosi.

"Kita sering diperintahkan oleh pemerintah soal stabilitas. Kita punya pengetahuan sendiri. Stabilitas itu keseimbangan. Ketika demokrasi tak seimbang, mahasiswa harus menjadi kelompok penyeimbang," katanya.

"Apakah kita tak boleh berpihak pada kepentingan politik tertentu? Boleh saja," tambah Ryan, sambil menegaskan bahwa pemuda dan mahasiswa yang disebut dengan istilah generasi milenial jangan mau disebut sebagai kelompok yang mengalami kelabilan. [rus]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Perdana sebagai Anggota Penuh, Prabowo Hadiri KTT BRICS di India

Sabtu, 12 September 2026 | 12:20

Serda Ahmad Muzammil Tewas, POMAU Periksa 4 Personel

Sabtu, 12 September 2026 | 12:06

Menteri Imipas Penuhi Janji, 82 WNI Dipulangkan dari Malaysia

Sabtu, 12 September 2026 | 11:52

Kemendikdasmen Prioritaskan Revitalisasi Ribuan Sekolah, Ini Kategorinya

Sabtu, 12 September 2026 | 11:37

Pertamina Patra Niaga Tingkatkan Pasokan BBM ke SPBU Sulsel

Sabtu, 12 September 2026 | 11:28

Soal Life Jacket yang Ditemukan, Pemilik Kapal Buka Suara

Sabtu, 12 September 2026 | 11:10

Hari Pelanggan, Manfaat Perlindungan Kesehatan Tembus Rp1,1 Triliun

Sabtu, 12 September 2026 | 11:01

LRT Jabodebek Beroperasi Normal Usai Gempa M5,9 Guncang Jakarta

Sabtu, 12 September 2026 | 10:50

Emas Antam Naik di Akhir Pekan, Satu Gram Jadi Segini

Sabtu, 12 September 2026 | 10:45

DPR Desak Usut Tuntas Penembakan Tiga Pegawai Pertanian Jayawijaya

Sabtu, 12 September 2026 | 10:28

Selengkapnya