Berita

Gao/BBC

Dunia

Jack The Ripper Dari China Dieksekusi Mati

KAMIS, 03 JANUARI 2019 | 15:37 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Seorang pembunuh berantai Tiongkok yang dihukum karena membunuh 11 anak perempuan dan perempuan antara tahun 1988 dan 2002, dieksekusi mati pekan ini.

Dia adalah Gao Chengyong, yang juga dijuluki "Jack the Ripper" oleh media China. Dia biasanya mengikuti korbannya di rumah sebelum merampok, memperkosa, dan membunuh mereka.

Sadisnya, Gao membunuh para korbannya dengan cara sadis, yakni memotong leher mereka dan memutilasi tubuh mereka.


Gao sendiri adalah seorang ayah dari dua anak. Dia ditangkap pada tahun 2016 di toko kelontong yang dia jalankan di Baiyin, provinsi Gansu.

Polisi berhasil melacak pria berusia 53 tahun itu melalui serangkaian tes DNA.

Gao pertama kali melakukan pembunuhan pada Mei 1988, yang merupakan tahun kelahiran putranya.

Dia membunuh seorang wanita berusia 23 tahun. Wanita itu ditemukan di Baiyin dengan 26 luka tusuk di tubuhnya.

Pembunuhan berikutnya mengikuti pola yang sama, dengan pembunuhnya sering menargetkan wanita muda yang hidup sendirian.

BBC, mengutip media lokal menyebut bahwa Gao juga memotong sebagian organ reproduksi korbannya.

Korban termuda yang pernah dibunuh Gao berusia delapan tahun.

Pasca serangkaian pembunuhan sadis itu, wanita di Baiyin tidak lagi berani berjalan sendirian di jalanan tanpa ditemani oleh saudara laki-laki atau teman-teman mereka.

Pembunuhan itu berhenti pada tahun 2002 tetapi baru beberapa tahun kemudian Gao ditangkap karena kejahatan kecil. Namun sampel DNA yang diberikan kemudian dihubungkan dengan kejahatan pemerkosaan dan pembunuhan itu. Hal tersebut membuka fakta bahwa Gao adalah pelaku serangan sadis tersebut.

Dia dijatuhi hukuman mati tahun lalu.

Eksekusinya dilakukan pada hari ini (Kamis, 3/1). Hal itu diumumkan di akun Weibo pengadilan.

Tidak jelas bagaimana eksekusi dilakukan, meskipun hukuman mati di China sebagian besar dilakukan dengan suntikan mematikan atau regu tembak. [mel]

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

UPDATE

Marak OTT Kepala Daerah, PKB Minta Evaluasi Desain Pilkada

Jumat, 03 Juli 2026 | 16:25

Program Digitalisasi Pembelajaran Jangkau 288.865 Sekolah

Jumat, 03 Juli 2026 | 16:20

8 Dekade BNI Tumbuh Bersama Indonesia dalam Semangat Swadharma Bhakti Nagara

Jumat, 03 Juli 2026 | 16:00

10 Biksu Thailand Tewas Tertabrak Pikap yang Dikemudikan Bocah 11 Tahun

Jumat, 03 Juli 2026 | 15:47

Kemandirian Energi, Masa Depan Pembangunan Ekonomi Indonesia

Jumat, 03 Juli 2026 | 15:42

UMiMAX Pertamina Bantu Masyarakat Rentan Kembangkan Usaha

Jumat, 03 Juli 2026 | 15:30

Lewat X-ray, Bea Cukai Bongkar Penyelundupan 3,37 Ton Narkotika

Jumat, 03 Juli 2026 | 15:24

13 Negara Pastikan Tempat di Babak 16 Besar Piala Dunia 2026

Jumat, 03 Juli 2026 | 15:23

Aktivis Tibet Tewas Bakar Diri di Dekat Markas PBB New York

Jumat, 03 Juli 2026 | 15:23

Bupati Langkat Syah Afandin Digiring ke Gedung Merah Putih KPK

Jumat, 03 Juli 2026 | 15:11

Selengkapnya