Berita

Ilustrasi/Net

Nusantara

Pelantikan Kepala BNPB Mendesak Dilakukan

KAMIS, 03 JANUARI 2019 | 01:40 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Penundaan pelantikan kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana karena alasan kunjungan kerja Presiden Joko Widodo ke daerah tidak dapat diterima lantaran kondisi mendesak.

Pemulihan pasca bencana yang belum rampung di Lombok dan Palu kemudian disusul Banten dan Lampung serta Sukabumi membuat penunjukan kepala BNPB yang baru menjadi penting.

Ketua Komisi VIII DPR RI M Ali Tahir menilai, akibat penundaan, masyarakat bisa kehilangan kepercayaan kepada pemerintahan Jokowi.


"Ya kalau begini nanti rakyat bisa kehilangan kepercayaan pada presiden. Itu tidak boleh terjadi," ujarnya saat dihubungi Kantor Berita Politik RMOL, Rabu (2/1).

Legislator asal Partai Amanat Nasional (PAN) itu menambahkan, hakikat pelantikan kepala BNPB di tengah banyaknya kejadian bencana alam merupakan upaya untuk menolong masyarakat yang menjadi korban.

"Jadi, pelantikan itu kan substansinya untuk melayani rakyat yang terkena musibah bencana alam. Jadi harus segera, tidak boleh ditunda," kata Ali Tahir. [wah]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Khalid Basalamah Ngaku Hanya jadi Korban di Kasus Yaqut

Kamis, 23 April 2026 | 20:16

Laba BCA Tembus Rp14,7 Triliun

Kamis, 23 April 2026 | 20:10

Singapura Masih jadi Investor Terbesar RI, Suntik Rp79 Triliun di Awal 2026

Kamis, 23 April 2026 | 20:04

TNI-Polri Buru Anggota OPM Penembak ASN di Yahukimo

Kamis, 23 April 2026 | 19:43

Hilirisasi Sumbang Rp147,5 Triliun Investasi di Triwulan I 2026

Kamis, 23 April 2026 | 19:26

Bareskrim Gandeng FBI Buru Ribuan Pembeli Alat Phising Ilegal

Kamis, 23 April 2026 | 19:17

Jemaah Haji Terima Uang Saku 750 Riyal dari BPKH

Kamis, 23 April 2026 | 19:15

Data Rosan Ungkap Investasi RI Lepas dari Cengkeraman Jawa-Sentris

Kamis, 23 April 2026 | 19:02

PLN Pastikan Listrik Jakarta Sudah Pulih 100 Persen

Kamis, 23 April 2026 | 18:56

Idrus Marham Sindir JK: Jangan Klaim Jasa, Biarlah Sejarah Menilai

Kamis, 23 April 2026 | 18:41

Selengkapnya