Berita

Letjen TNI Doni Monardo/Net

Politik

Dekat Dengan SBY, Pengamat: Pak Doni Monardo Bisa Dekat Dengan Siapa Saja

RABU, 02 JANUARI 2019 | 17:10 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

. Berbagai asumsi beredar terkait penundaan pelantikan Letjen TNI Doni Monardo sebagai Kepala BNPB. Menurut info sebelumnya, Doni akan dilantik pagi tadi oleh Presiden Joko Widodo.

Berdasarkan keterangan resmi dari Mensesneg Pratikno, penundaan ini karena Presiden tengah mengunjungi korban bencana di Lampung.

Namun beredar info lain terkait faktor mengapa Doni tak jadi dilantik hari ini. Di antaranya menyebutkan bahwa ada pihak-pihak di sekitar Istana yang masih keberatan dengan nama Doni.


Bahkan mantan Danjen Kopassus ini disebut-sebut sebagai perwira yang dekat dengan mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) karena pernah menduduki jabatan strategis seperti Danpaspampres di masanya.

Mantan Kepala BAIS Laksda TNI (Purn) Soleman Ponto membantah hal tersebut.

"Saya kira enggak begitu, karena Pak Doni kan bisa dekat dengan siapa saja. Dia juga sekadar melaksanakan tugas," kata Ponto kepada Kantor Berita Politik RMOL, Rabu (2/1).

Menurut Ponto, yang sekarang menjadi pengamat militer dan intelijen ini, pihak Istana sudah profesional terkait penunjukan Doni, hanya saja secara UU TNI lazimnya harus mengundurkan diri terlebih dahulu sebagai TNI aktif.

"Jadi alasannya karena memang presiden masih kunjungan. Menurut saya istana sudah profesional. Memang kendalanya Pak Doni masih militer aktif, belum alih status," pungkasnya. [rus]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Khalid Basalamah Ngaku Hanya jadi Korban di Kasus Yaqut

Kamis, 23 April 2026 | 20:16

Laba BCA Tembus Rp14,7 Triliun

Kamis, 23 April 2026 | 20:10

Singapura Masih jadi Investor Terbesar RI, Suntik Rp79 Triliun di Awal 2026

Kamis, 23 April 2026 | 20:04

TNI-Polri Buru Anggota OPM Penembak ASN di Yahukimo

Kamis, 23 April 2026 | 19:43

Hilirisasi Sumbang Rp147,5 Triliun Investasi di Triwulan I 2026

Kamis, 23 April 2026 | 19:26

Bareskrim Gandeng FBI Buru Ribuan Pembeli Alat Phising Ilegal

Kamis, 23 April 2026 | 19:17

Jemaah Haji Terima Uang Saku 750 Riyal dari BPKH

Kamis, 23 April 2026 | 19:15

Data Rosan Ungkap Investasi RI Lepas dari Cengkeraman Jawa-Sentris

Kamis, 23 April 2026 | 19:02

PLN Pastikan Listrik Jakarta Sudah Pulih 100 Persen

Kamis, 23 April 2026 | 18:56

Idrus Marham Sindir JK: Jangan Klaim Jasa, Biarlah Sejarah Menilai

Kamis, 23 April 2026 | 18:41

Selengkapnya