Berita

Kim Jong Un/Net

Dunia

Kesabaran Korut Ke AS Menipis

SELASA, 01 JANUARI 2019 | 18:47 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un menegaskan komitmennya untuk melakukan denuklirisasi. Hal itu disampaikan Kim dalam pidato Tahun Baru yang disiarkan Selasa (1/1).

Pidato Tahun Baru adalah tradisi tahunan yang telah dilakukan sejak masa kepemimpinan kakeknya, pendiri Korea Utara Kim Il Sung. Pidato tahunan ditujukan terutama pada audiensi domestik.

Dalam pidato tahun ini, Kim menegaskan bahwa negaranya memiliki komitmen untuk melakukan denuklirisasi. Pernyataan itu selqaras dengan sikap negara tersebut sejak beberapa bulan lalu yang mengambil langkah dialog untuk membuka hubungan baik dengan Korea Selatan dan Amerika Serikat dengan tujuan denuklirisasi.


Namun, Kim memperingatkan bahwa negaranya juga mungkin mengubah arah jika Amerika Serikat terus menerus menjatuhkan sanksi.

"Jika Amerika Serikat tidak menepati janjinya di depan seluruh dunia dan menegaskan sanksi dan tekanan pada republik kita, kita mungkin dibiarkan dengan tidak ada pilihan selain mempertimbangkan cara baru untuk menjaga kedaulatan dan kepentingan kita," tegas Kim seperti dimuat BBC.

Korea Utara diketahui dijatuhi serangkaian sanksi Dewan Keamanan PBB terkait dengan program senjata nuklir dan balistik yang dilarang.

Korea Utara untuk saat ini telah menghentikan uji coba nuklir dan misilnya. Kim mengatakan bahwa Korea Utara telah berjanji untuk tidak membuat, menggunakan atau menyebarkan senjata nuklir dan telah mengambil langkah nyata untuk mengimplementasikan ini.

Dia juga mengatakan siap untuk bertemu dengan Trump lagi kapan saja.
Analis mengatakan pesan Kim mengirim sinyal yang jelas bahwa Korea Utara bersedia untuk tetap dalam pembicaraan dengan Washington dan Seoul tahun ini. Tetapi dengan persyaratannya sendiri.

"Korea Utara tampaknya bertekad pada 2019 untuk menerima semacam bantuan sanksi. Namun, tantangannya, apakah Tim Trump bersedia mundur dari posisi bebas sanksi?" kata analis Harry Kazianis dari Centre for the National Interest yang berbasis di Washington, seperti dimuat Reuters.

"Pernyataan Kim sepertinya menunjukkan bahwa kesabarannya dengan Amerika semakin tipis," tambahnya. [mel]

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

UPDATE

Marak OTT Kepala Daerah, PKB Minta Evaluasi Desain Pilkada

Jumat, 03 Juli 2026 | 16:25

Program Digitalisasi Pembelajaran Jangkau 288.865 Sekolah

Jumat, 03 Juli 2026 | 16:20

8 Dekade BNI Tumbuh Bersama Indonesia dalam Semangat Swadharma Bhakti Nagara

Jumat, 03 Juli 2026 | 16:00

10 Biksu Thailand Tewas Tertabrak Pikap yang Dikemudikan Bocah 11 Tahun

Jumat, 03 Juli 2026 | 15:47

Kemandirian Energi, Masa Depan Pembangunan Ekonomi Indonesia

Jumat, 03 Juli 2026 | 15:42

UMiMAX Pertamina Bantu Masyarakat Rentan Kembangkan Usaha

Jumat, 03 Juli 2026 | 15:30

Lewat X-ray, Bea Cukai Bongkar Penyelundupan 3,37 Ton Narkotika

Jumat, 03 Juli 2026 | 15:24

13 Negara Pastikan Tempat di Babak 16 Besar Piala Dunia 2026

Jumat, 03 Juli 2026 | 15:23

Aktivis Tibet Tewas Bakar Diri di Dekat Markas PBB New York

Jumat, 03 Juli 2026 | 15:23

Bupati Langkat Syah Afandin Digiring ke Gedung Merah Putih KPK

Jumat, 03 Juli 2026 | 15:11

Selengkapnya