Berita

Ilustrasi/Net

Politik

BPN Prabowo-Sandi: Hati Masyarakat Tidak Bisa Disurvei

SELASA, 01 JANUARI 2019 | 03:17 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Mayoritas lembaga survei menyebut pasangan petahana Joko Widodo-Ma'ruf Amin (Jokowi-Ma'ruf) masih lebih unggul dari Prabowo Subianto-Sandiaga Uno (Prabowo-Sandi).

Hal itu tidak membuat Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi percaya begitu saja.

Koordinator Juru Bicara BPN Prabowo-Sandi Dahnil Anzar Simanjuntak mengatakan, keyakinan setelah berkunjung ke beberapa daerah, animo dukungan masyarakat sangat tinggi terhadap Prabowo-Sandi.


"Teman-teman kami punya keyakinan kalau hati masyarakat itu tidak bisa disurvei. Masyarakat sudah tidak percaya lagi dengan lembaga-lembaga survei," katanya di Media Center Prabowo-Sandi, Kebayoran Baru, Jakarta, Senin (31/12).

Menurut Dahnil, kebanyakan masyarakat yang menjadi responden ketika disurvei menjawab asal-asalan. Sehingga hasil survei tidak bisa dijadikan patokan kemenangan di Pilpres 2019.

"Jadi, berbeda masyarakat kalau ditanya oleh lembaga survei dan ditanya sama orang terdekatnya," ujarnya.

Mantan ketua PP Pemuda Muhammadiyah itu menilai bahwa mayoritas masyarakat menjawab Jokowi ketika ditanya pilihan presidennya. Namun dalam hati mereka ternyata bukan Jokowi.

"Jadi akhirnya banyak lembaga-lembaga survei yang keliru," tegas Dahnil. [wah]

Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

KPK NU Demo di Gedung Merah Putih KPK, Desak Penangkapan Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:23

UPDATE

Wall Street Hijau Usai Data Tenaga Kerja Redupkan Sinyal Kenaikan Bunga The Fed

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:21

Biaya Perawatan Naik 106 Persen, Deteksi Dini Penting untuk Tekan Risiko

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:05

Harga Solar Naik Tinggi, G7 Lepas 100 Juta Barel Cadangan

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:51

Bank Syariah Jumbo Bakal Bertambah, OJK Pasang Target Lima Pemain

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:21

Bursa Eropa Bangkit, DAX Naik 1,17 Persen

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:06

Digitalisasi Parkir On Street Efektif Cegah Pungli

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:53

Suyudi-Wahyu Memimpin Polri: Tujuh Agenda Besar, Saatnya Pembuktian

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:22

Awas, Aktivitas Merapi Melonjak

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:04

Pengamen Dilarang Aktivitas di Mikrotrans dan Halte Transjakarta

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 05:53

Ahli Hukum Diusir MK, Apakah Gibran Sudah Bisa Didiskualifikasi?

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 05:34

Selengkapnya