Berita

Pemred Tempo Arif Zulkifli/Net

Politik

Pimred Tempo: Jokowi Salah Asumsi Jadikan Ma’ruf Amin Cawapres

SELASA, 01 JANUARI 2019 | 00:34 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Keputusan Joko Widodo memilih Ma’ruf Amin sebagai calon wakil presiden yang mendampinginya dalam kontestasi Pilpres 2019 didasarkan pada asumsi yang keliru.

Jokowi tampaknya termakan oleh narasi yang dikembangkan bahwa dirinya tidak punya hubungan yang baik dengan kalangan pemilih Muslim. Padahal, dalam berbagai survei terlihat jelas mayoritas pemilik suara yang akan memilih Jokowi adalah umat Muslim.

Demikian disampaikan Pemimpin Redaksi Tempo, Arif Zulkifli dalam dialog bertema “Menengok ke Belakang dan Menatap ke Depan Tahun Politik” di CNN Indonesia, Senin malam (31/12). Dialog lengkap dapat dilihat di sini.


Selain Arif, dialog yang dipandu Budi Adiputro itu juga menampilkan Pemimpin Umum RMOL Network Teguh Santosa, Wakil Pemimpin Redaksi Detik.com Elvan Dany Sutrisno, dan Kepala Peliputan CNN Indonesia Revolusi Riza.     

“Saya harus katakan bahwa sisi kubu Pak Jokowi menjalankan politiknya dengan mengambil asumsi yang salah. Asumsi yang salah itu ialah, meyakini bahwa dia tidak disukai oleh pemilih Muslim. Narasi ini dibangun terus semenjak 212 (tahun 2016),” ujar Arif Zulkifli.

Di bulan November, media yang dipimpin Arif menurunkan satu tulisan yang didasarkan pada survei dari berbagai pollster yang sama sekali tidak mengaitkan Jokowi dengan sikap anti-Islam.

“Persepsi orang tentang Pak Jokowi itu baik, pekerja keras. Tidak pernah ada yang misalnya, anti-Islam,” kata dia lagi sambil menambahkan bahwa masih menurut survei 90 persen pemilih Jokowi adalah umat Muslim.

Dia juga mengatakan, di sisi lain Prabowo mengambil Sandiaga Uno sebagai calon wakil presiden karena sadar isu yang paling penting adalah isu ekonomi dan isu kebutuhan logistik. [dem]

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

UPDATE

Muktamar NU Turut Gerakan Ekonomi Masyarakat

Kamis, 27 Agustus 2026 | 16:22

Puan Anggap Santai Ocehan Budi Arie soal Percepatan Pemilu

Kamis, 27 Agustus 2026 | 16:11

Ada Angka Favorit Prabowo di Balik Muktamar NU

Kamis, 27 Agustus 2026 | 16:09

Bisnis Makin Kompleks, Profesi PPGA Disiapkan untuk Kelola Risiko Kebijakan dan Politik

Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:58

Prabowo Tiba di Lokasi Muktamar ke-35 NU, Disambut Rais 'Aam hingga Gus Yahya

Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:58

LKPP 2025 Kembali Raih WTP ke-10 Sejak 2016, Ini Catatan Purbaya

Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:54

Menkop Ingin Koperasi dan Pariwisata Kerek Ekonomi Daerah

Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:51

IPW Minta Dugaan Penipuan Rp58,5 Miliar Libatkan Perwira Polri Diuji Profesional

Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:51

KPK Panggil Mantan Pj Bupati Muara Enim Hingga Petinggi Swasta di Kasus Suap Edison

Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:46

Jangan Sampai UU Perampasan Aset Buka Celah Penyalahgunaan Wewenang

Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:43

Selengkapnya