Berita

FSB Rusia/BBC

Dunia

Rusia Tangkap WN AS Diduga Mata-Mata

SENIN, 31 DESEMBER 2018 | 21:23 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Badan keamanan negara FSB Rusia mengatakan telah menangkap seorang warga negara Amerika Serikat yang melakukan aksi spionase di Moskow.

WN Amerika Seriokat itu diidentifikasi sebagai Paul Whelan. Dia ditangkap di Moskow pada 28 Desember lalu dan didakwa dengan spionase.

FSB yang merupakan layanan kontra-spionase utama Rusia, tidak memberikan rincian lebih lanjut soal penangakapan tersebut serta aksi spionase apa yang telah dilakukannya.


Dikabarkan BBC, jika dinyatakan bersalah, dia menghadapi 10 hingga 20 tahun penjara.

Belum ada tanggapan dari pihak Amerika Serikat terkait hal ini.

Tuduhan mata-mata sendiri kerap terjadi dalam hubungan kedua negara. Awal bulan ini seorang aktivis hak senjata Rusia yang ditahan di Amerika Serikat, Maria Butina, mengaku bersalah atas persekongkolan. Penuntut Amerika Serikat mengatakan dia bertindak sebagai agen negara Rusia dan menyusup ke kelompok-kelompok politik konservatif. [mel]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Sultan Usul Hanya Gubernur Dipilih DPRD

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:08

Menlu Serukan ASEAN Kembali ke Tujuan Awal Pembentukan

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:03

Eks Bupati Dendi Ramadhona dan Barbuk Korupsi SPAM Diserahkan ke Jaksa

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:00

Hakim Ad Hoc: Pengadil Juga Butuh Keadilan

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:59

Mens Rea Pandji: Kebebasan Bicara Bukan Berarti Kebal Hukum

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:50

Pemblokiran Grok Harus Diikuti Pengawasan Ketat Aplikasi AI

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:37

Alasan Pandji Pragiwaksono Tak Bisa Dijerat Pidana

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:31

Korupsi Aluminium Inalum, Giliran Dirut PT PASU Masuk Penjara

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Raja Juli Tunggu Restu Prabowo Beberkan Hasil Penyelidikan ke Publik

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Hakim Ad Hoc Ternyata Sudah 13 Tahun Tak Ada Gaji Pokok

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:23

Selengkapnya