Berita

Bendahara BPN Prabowo-Sandi, Thomas Djiwandono/RMOL

Politik

PILPRES 2019

Banyak Terima Sumbangan, BPN Prabowo-Sandi Laporkan Dana Kampanye

SENIN, 31 DESEMBER 2018 | 15:56 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

. Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi menyampaikan laporan dana kampanye kepada publik guna menjaga transparansi dan prinsip keterbukaan.

Bendahara BPN Prabowo-Sandi, Thomas Djiwandono mengungkapkan bahwa total penerimaan dana kampanye sebesar Rp 54 miliar.

Thomas menyampaikan bahwa pasangan capres-cawapres nomor urut 02 banyak menerima sumbangan-sumbangan lain yang diperoleh tim dan wajib untuk dilaporkan.


"Pak Sandi selalu ingatkan agar ini selalu ditonjolkan, diterima oleh perorangan yang bukan termasuk di dana penggalangan. Jadi ini adalah dana yang diterima kalau Pak Sandi atau Pak Prabowo sedang ke daerah," kata Thomas di Media Center Prabowo-Sandi Jl Sriwijaya No.35, Kebayoran Baru, Jakarta, Senin (31/12).

Dia juga mengimbau agar masyarakat yang memberikan sumbangan kepada Prabowo-Sandi saat ke daerah-daerah harus mengkonfirmasi kepada tim-tim di lapangan supaya tercatat.

"Karena itu lah peraturan KPU. Kalau tidak tercatat kita harus mengembalikan uang ini ke kas negara," imbuhnya.

Berikut runcian pemasukan Prabowo-Sandi; Sumbangan Gerindra Rp 1.389.942.500 (2.6 persen), Sumbangan Perorangan Rp 76.197.500 (0,1 persen), sumbangan kelompok Rp 28.865.500 (0,1 persen), Sumbangan Prabowo Subianto Rp 13.054.967.835 (24.2 persen), Sumbangan Sandiaga Uno Rp 39.500.000.000 (73,1 persen).

Sedangkan untuk pengeluaran total dana kampanye sebesar Rp 46.6 miliar dengan berbagai rinciannya. Laporan ini akan dilaporkan ke KPU paling lambat pada 2 Januari 2019. [rus]

Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

KPK NU Demo di Gedung Merah Putih KPK, Desak Penangkapan Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:23

UPDATE

Wall Street Hijau Usai Data Tenaga Kerja Redupkan Sinyal Kenaikan Bunga The Fed

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:21

Biaya Perawatan Naik 106 Persen, Deteksi Dini Penting untuk Tekan Risiko

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:05

Harga Solar Naik Tinggi, G7 Lepas 100 Juta Barel Cadangan

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:51

Bank Syariah Jumbo Bakal Bertambah, OJK Pasang Target Lima Pemain

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:21

Bursa Eropa Bangkit, DAX Naik 1,17 Persen

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:06

Digitalisasi Parkir On Street Efektif Cegah Pungli

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:53

Suyudi-Wahyu Memimpin Polri: Tujuh Agenda Besar, Saatnya Pembuktian

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:22

Awas, Aktivitas Merapi Melonjak

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:04

Pengamen Dilarang Aktivitas di Mikrotrans dan Halte Transjakarta

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 05:53

Ahli Hukum Diusir MK, Apakah Gibran Sudah Bisa Didiskualifikasi?

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 05:34

Selengkapnya