Berita

Politik

Jokowi Perlu Terus Pelihara Dukungan NU-Muhammadiyah

SENIN, 31 DESEMBER 2018 | 10:59 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Pemimpin sukses adalah sosok yang mendengar denyut nadi warga dari berbagai kalangan. Dari situlah akan tampak keluhuran budi seorang pemimpin. Keluhuran budi itu tampak dari sosok Presiden Joko Widodo yang ngemong ormas besar Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah.

Hal itu diungkapkan Gurubesar UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Abdul Munir Mulkhan dalam keterangannya, Senin (24/12).

"Pilihan bijak Jokowi itu sangat realistis. NU dan Muhammadiyah telah lama hadir membangun republik. Muhammadiyah dan NU telah berkontribusi dalam bidang masing-masing. Mereka menjadi kekuatan bangsa dan terus mendorong Negara Indonesia berkemajuan," ujar Munir.


Dijelaskan, Muhammadiyah dan NU sebagai arus utama Islam Indonesia adalah modal bangsa. Artinya, dua ormas ini adalah penjaga marwah Islam di Indonesia. Wajah Islam yang juga menjadi rupa bangsa di mata internasional.

Pemerintah perlu terus menyapa kedua ormas ini. Pemerintah perlu memastikan bahwa dua ormas ini menjadi kekuatan pendukung kebijakan pemerintah. Saat dua ormas ini bersama dalam kapal pemerintah, maka program pemerintah akan mudah dilaksanakan.

"Dalam survei LSI Denny JA pada 12 Agustus-19 Agustus 2018 menunjukkan bahwa Jokowi mendapat dukungan yang kuat dari Muhammadiyah dan NU. Pemilih yang mengaku berafiliasi kepada Muhammadiyah dan NU mendukung Jokowi untuk dua periode," jelas Munir.

Kuatnya dukungan Muhammadiyah dan NU terhadap Jokowi, tambah Munir, perlu terus terpelihara. Apalagi saat ini Jokowi berpasangan dengan seorang tokoh NU Ma'ruf Amin. Kiai Ma'ruf dapat berbagi peran mengembangkan dan menyolidkan hubungan dengan NU. Sedangkan Jokowi terus membangun kerjasama yang baik dengan Muhammadiyah.

Untuk Muhammadiyah, walaupun Muhammadiyah mengaku netral pada Pilpres 2019, namun pendekatan yang kuat dengan organisasi yang kini dipimpin oleh Haedar Nashir ini sangat perlu. Pasalnya, sebagai jangkar bangsa, Muhammadiyah mempunyai peran strategis dalam pembangunan nasional.

"Semoga relasi yang baik antara pemerintah dan ormas saat ini tetap terjalin dan terpelihara dengan baik sampai kapanpun. Pemerintah dan ormas perlu memahami posisi dan kedudukan masing-masing sehingga dapat saling menguatkan satu sama lain," pungkas Munir. [rus]

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

UPDATE

Plesetan Gelar Adat Jokowi: ‘Baginda Raja Rakus Bin Tamak’

Minggu, 28 Juni 2026 | 05:50

Proyek Kapal Perang Filipina di PT PAL Dongkrak Industri Lokal Naik Kelas

Minggu, 28 Juni 2026 | 05:20

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

Pengelolaan Sawit Butuh ‘Nexus Baru’ Hidupkan Ekonomi Sirkular

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:39

Program BISA Biru TelkomGroup Lestarikan Ekosistem Terumbu Karang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:19

TNI dan Tentara Malaysia Perkuat Kesiapsiagaan dan Kerja Sama Kemanusiaan

Minggu, 28 Juni 2026 | 03:57

Perjanjian Kerja Bersama Cerminkan Hubungan Industrial yang Sehat

Minggu, 28 Juni 2026 | 03:45

Sultan Didapuk jadi Ketum TP Sriwidjaja Perkuat Pembangunan Daerah

Minggu, 28 Juni 2026 | 03:20

Indonesia Berpotensi Terima 260 Juta Dolar AS Lindungi Ekosistem Laut

Minggu, 28 Juni 2026 | 02:59

Politisi Mutan Bernama Prabowo

Minggu, 28 Juni 2026 | 02:45

Selengkapnya