Berita

Ilustrasi/Net

Politik

Pemilihan Bambang Widjojanto Jadi Panelis Timbulkan Polemik Baru

SENIN, 31 DESEMBER 2018 | 00:05 WIB | LAPORAN:

Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi) menilai, pemilihan mantan Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Bambang Widjojanto sebagai panelis debat calon presiden justru menimbulkan polemik baru.

Menurut peneliti Formappi Lucius Karus, hal itu karena kedekatan Bambang dengan calon wapres Sandiaga Uno saat Pilgub DKI Jakarta 2017. Menjadikan posisinya sebagai panelis debat tidak netral.

"Dari catatan yang kita lihat, dia (Bambang) pernah menjadi tim calon gubernur Anies-Sandi. Dan ada catatan-catatan lain misalnya dia pernah punya kasus hukum di kepolisian yang walaupun sampai sekarang belum jelas juga kasusnya," jelasnya kepada wartawan di Jakarta, Minggu (30/12).


Lucius mengatakan, Komisi Pemilihan Umum sebaiknya mempertimbangkan banyak aspek baik, termasuk pemilihan materi debat dan sosok panelisnya.

"Ada ruang untuk kemudian meminta tanggapan publik atau respon publik. Saya kira terkait dengan posisi Bambang Widjojanto dalam panelis untuk debat pertama capres-cawapres memang perlu ada pertimbangan serius," bebernya.

KPU sendiri telah melansir sejumlah nama yang akan menjadi panelis debat capres. Para panelis yang akan membuat soal-soal dalam materi debat.

Yang terpilih menjadi panelis yakni pakar hukum internasional Hikmahanto Juwana, mantan Ketua Mahkamah Agung Bagir Manan, pengajar hukum tata negara dan hukum administrasi negara Bivitri Susanti, Koordinator Indonesia Corruption Watch (ICW) Adnan Topan Husodo, Ketua Komnas Hak Asasi Manusia Ahmad Taufan Damanik, mantan Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto, serta ahli hukum tata negara Margarito Kamis. [wah]

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

Berpeluang Kalah, Wajar Pengacara Profesional Menolak Bela Jokowi

Kamis, 25 Juni 2026 | 07:47

Dianggap Sakit Jiwa, Ini Jawaban KPK Soal Tuntutan Ringan Bos Blueray

Jumat, 26 Juni 2026 | 14:45

UPDATE

Prabowo Tindak Lanjuti Usulan Tambah Beasiswa S3 bagi Dosen

Minggu, 28 Juni 2026 | 16:09

Panitia Ogah Disusupi Politik, Jokowi Batal Ikut Kirab Budaya di Lampung Timur

Minggu, 28 Juni 2026 | 16:06

Sekolah Rakyat Bogor Padukan Panorama Alam dan Fasilitas Pendidikan Modern

Minggu, 28 Juni 2026 | 15:43

400 Lajang Ikut Golek Garwo, Kemenag Dorong Lahirnya Keluarga Sakinah

Minggu, 28 Juni 2026 | 15:35

Dana SAL Kemenkeu Perkuat Likuiditas dan Intermediasi Bank Mandiri

Minggu, 28 Juni 2026 | 15:29

Prabowo Target Pangkas BUMN dari 1.000 Jadi 250 Perusahaan

Minggu, 28 Juni 2026 | 14:47

Safari Politik Jokowi Bareng PSI Picu Sorotan

Minggu, 28 Juni 2026 | 14:28

Daftar 32 Tim yang Lolos Piala Dunia 2026, Lajut Fase gugur

Minggu, 28 Juni 2026 | 14:16

Australia Gandakan Denda Platform Medsos Nakal hingga Rp1 Triliun

Minggu, 28 Juni 2026 | 14:06

Membaca Sinyal di Balik Ritual Jokowi Injak Kepala Kerbau di Lampung

Minggu, 28 Juni 2026 | 13:56

Selengkapnya