Berita

Saad al-Hariri/Reuters

Dunia

Kebuntuan Pemerintah Berlanjut, Ancaman Krisis Moneter Di Depan Mata

MINGGU, 30 DESEMBER 2018 | 23:29 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

. Lebanon saat ini berpotensi menghadapi krisis keuangan jika kebuntuan pemerintahan terus terjadi. Begitu peringatan yang disampaikan oleh Menteri Keuangan Lebanon, Ali Hassan Khalil akhir pekan ini.

Diketahui bahwa para politisi di negara tersebut diketahui masih berjuang untuk membentuk pemerintahan baru setelah hampir delapan bulan sejak pemilihan parlemen. Perdana Menteri yang ditunjuk Saad al-Hariri tidak mampu membawa partai-partai saingan Lebanon bersama-sama menjadi sebuah pemerintah persatuan nasional yang dapat memberikan reformasi fiskal.

"Dampak dan konsekuensi dari krisis ekonomi saat ini adalah yang tertinggi. Krisis mulai berubah menjadi masalah finansial," kata Khalil seperti dimuat Reuters (Minggu, 30/12).


"Kami berharap itu tidak akan menjadi krisis moneter," tambahnya,

Dengan rasio utang tertinggi ketiga dunia terhadap PDB, Lebanon telah mengalami tahun-tahun pertumbuhan ekonomi yang lemah. Negara tersebut didesak oleh Dana Moneter Internasional tahun ini untuk melakukan langkah-langkah genting demi mengembalikan keuangan publik pada pijakan yang berkelanjutan.

Upaya untuk menyelesaikan pemerintah mencapai hambatan baru minggu lalu setelah tampak dekat dengan resolusi. Partai-partai berselisih tentang berapa banyak kursi yang masing-masing fraksi akan dapatkan di kabinet dan distribusi portofolio utama.

Sementara itu, sistem perbankan adalah ujung tombak perekonomiannya dan memegang banyak utang pemerintah di Lebanon. [mel]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Omongan Amien Rais Dibenarkan Publik selama Tak Dibantah Teddy

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:15

UPDATE

Kemlu Telusuri Keterlibatan WNI dalam Kasus Online Scam di Malaysia

Jumat, 08 Mei 2026 | 10:18

Pasar Kripto Lesu, Coinbase Rugi Rp6,8 Triliun

Jumat, 08 Mei 2026 | 10:09

Syahganda Nainggolan: Ulama Punya Peran Strategis Bangun Gerakan Koperasi Pesantren

Jumat, 08 Mei 2026 | 09:49

DPR Dorong Perlindungan Hukum dan Kesejahteraan Driver Ojol Lewat Revisi UU LLAJ

Jumat, 08 Mei 2026 | 09:31

IHSG-Rupiah Tertekan Jelang Akhir Pekan

Jumat, 08 Mei 2026 | 09:22

Selamat Jalan, James F. Sundah, Legenda Musik yang Berpulang di New York

Jumat, 08 Mei 2026 | 09:21

Pelapor Dugaan Penggelapan Sertifikat Tanah Mengadu ke Kapolri

Jumat, 08 Mei 2026 | 09:18

AS-Iran Saling Serang, Harga Minyak Naik Lagi

Jumat, 08 Mei 2026 | 09:07

Bursa Asia Lemah saat Selat Hormuz Kembali Tegang

Jumat, 08 Mei 2026 | 08:56

Prabowo Naik Maung ke Pembukaan KTT ke-48 ASEAN di Filipina

Jumat, 08 Mei 2026 | 08:47

Selengkapnya