Berita

Prabowo Subianto/Net

Politik

Prabowo: Awas, Ketimpangan Sosial Di Indonesia Lebih Tinggi Dibanding Perancis

MINGGU, 30 DESEMBER 2018 | 13:15 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Capres nomor urut 02 sekaligus Ketua Umum DPP Partai Gerindra Prabowo Subianto mewanti-wanti Indonesia jangan sampai seperti Perancis yang saat ini terjadi kerusuhan akibat tingginya ketimpangan sosial.

"Perancis saat ini sedang terjadi kerusuhan yang sudah berjalan tiga sampai empat minggu. Dan yang bergerak turun ke jalan kurang lebih mencapai 40 hingga 50 ribu orang tiap minggu akibat ketimpangan sosial dan ekonomi yang dirasakan," ujar Prabowo dalam keterangan tertulisnya, Minggu (30/12).

Padahal lanjut Prabowo, ketimpangan ekonomi dan sosial di Perancis jauh lebih sedikit dibandingkan Indonesia. Di Perancis satu persen orang terkaya hanya menguasai 20 persen ekonomi, sedangkan di Amerika satu persen orang terkaya menguasai 35 persen ekonomi. Bandingkan dengan Indonesia, satu persen orang terkaya menguasai 46 persen ekonomi nasional.


"Jadi di Indonesia hampir setengahnya kekayaan bangsa dan negara dikuasai oleh segelintir orang saja yang jumlahnya hanya satu persen dari total jumlah penduduk di Indonesia. Ini kalau kita bicarakan secara ekonomi secara keseluruhan, tapi kalau kita bicara khusus tanah situasi nya lebih parah yakni satu persen orang terkaya menguasai 80 persen  tanah," urainya.

Menurut mantan Pangkostrad tersebut, yang diperlukan oleh bangsa Indonesia saat ini adalah mengganti arah dan kebijakan, serta sistem. Bangsa Indonesia sudah kehilangan kekayaan terlalu banyak akibat kesalahan pengelolaan negara saat ini.

"Ibarat darah, darah kita sudah mengalir keluar terlalu banyak, terlalu lama, maka kita harus mengambil langkah yang saya sebut adalah strategi dorongan besar yaitu kita harus swasembada energi, swasembada pangan untuk menutup celah dari tingginya ketimpangan sosial dan ekonomi tersebut dan kita punya peluang itu," tandas Prabowo.[wid]

Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

KPK NU Demo di Gedung Merah Putih KPK, Desak Penangkapan Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:23

UPDATE

Wall Street Hijau Usai Data Tenaga Kerja Redupkan Sinyal Kenaikan Bunga The Fed

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:21

Biaya Perawatan Naik 106 Persen, Deteksi Dini Penting untuk Tekan Risiko

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:05

Harga Solar Naik Tinggi, G7 Lepas 100 Juta Barel Cadangan

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:51

Bank Syariah Jumbo Bakal Bertambah, OJK Pasang Target Lima Pemain

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:21

Bursa Eropa Bangkit, DAX Naik 1,17 Persen

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:06

Digitalisasi Parkir On Street Efektif Cegah Pungli

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:53

Suyudi-Wahyu Memimpin Polri: Tujuh Agenda Besar, Saatnya Pembuktian

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:22

Awas, Aktivitas Merapi Melonjak

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:04

Pengamen Dilarang Aktivitas di Mikrotrans dan Halte Transjakarta

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 05:53

Ahli Hukum Diusir MK, Apakah Gibran Sudah Bisa Didiskualifikasi?

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 05:34

Selengkapnya