Berita

Barang bukti/RMOL

Hukum

Uang Rp 3,3 M Jadi Barang Bukti Suap Proyek SPAM

MINGGU, 30 DESEMBER 2018 | 02:16 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Uang sebesar Rp 3,3 miliar diamankan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam dugaan suap proyek pembangunan Sistem Pengadaan Air Minum (SPAM) tahun anggaran 2017-2018 di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Selain uang dalam bentuk pecahan rupiah, KPK juga mengamankan uang dalam bentuk dolar Singapura sebanyak 23.100 dan dalam bentuk dolar AS sebesar 3.200.

Hal tersebut sebagaimana diuraikan Wakil Ketua KPK Saut Situmorang saat konferensi pers di Gedung KPK, Minggu (30/12) dinihari.


"Diamankan sejumlah barang bukti pada OTT kali ini sejumlah uang sebanyak 3,3 M (3.369.531.000), 23.100 dolar Singapura, dan 3.200 dolar Amerika Serikat," kata Saut.

Dalam kasus ini, KPK turut mengamankan sebanyak 21 orang, yang terdiri dari pejabat negara dan pihak swasta. Sementara delapan orang di antaranya telah dinyatakan sebagai tersangka.

Baca: Inilah Daftar 21 Orang Yang Diamankan KPK Dalam Suap Proyek Air Minum

Baca: KPK Tetapkan 8 Tersangka Dugaan Suap Proyek Air Minum

Saut mengaku prihatin dengan perilaku para pejabat. Pasalnya, mereka turut mengkorupsi dana Sistem Pengadaan Air Minum untuk daerah bencana tsunami di Palu dan Donggala.

"KPK mengecam keras dan sangat prihatin karena dugaan suap ini salah satunya terkait dengan proyek pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di daerah bencana, di Donggala, Palu, Sulawesi Tengah yang baru saja terkena bencana tsunami September lalu," tegasnya. [ian]

Populer

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

UPDATE

BPOM Terbitkan Aturan Baru untuk Penjualan Obat di Minimarket

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:01

Jaksa KPK Endus Ada Makelar Kasus dalam Kasus Bea Cukai

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:59

Kapolri Dianugerahi Tanda Kehormatan Adhi Bhakti Senapati

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:50

Komisi XIII DPR Desak LPSK Lindungi Korban Kasus Ponpes Pati

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:39

Pengembangan Koperasi di Luar Kopdes Tetap jadi Prioritas

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:20

AS Galang Dukungan PBB untuk Tekan Iran di Selat Hormuz

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:19

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Komdigi Lakukan Blunder Kuadrat soal Video Amien Rais

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:06

Menteri PU: Pejabat Eselon I Diisi Putra dan Putri Terbaik

Rabu, 06 Mei 2026 | 16:58

RI Jangan Lengah Meski Konflik Timur Tengah Mereda

Rabu, 06 Mei 2026 | 16:45

Selengkapnya