Berita

Pemilu Bangladesh/Net

Global

Jelang Pemilu, Bangladesh Kerahkan 600 Ribu Pasukan Keamanan

SABTU, 29 DESEMBER 2018 | 21:58 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Bangladesh memperketat keamanan jelang hari pemungutan suara akhir pekan ini (Sabtu, 29/12).

Sejumlah pengamat politik memperkirakan bahwa pemilu kali ini akan membuat Perdana Menteri Sheikh Hasina memenangkan rekor masa jabatan keempat karena dukungan yang kuat. Namun oposisi mengklaim bahwa mereka telah dibelenggu oleh tindakan keras pemerintah dan berpotensi mengganggu jumlah dukungan.

Untuk mengamankan situasi, pihak berwenang Bangladesh mengerahkan sekitar 600.000 polisi, tentara dan pasukan keamanan lainnya menjelang pemungutan suara hari Minggu (30/12).


Pasukan yang dikerahkan juga termasuk Batalyon Aksi Cepat (RAB) elit, penjaga angkatan laut, perbatasan dan pantai dan unit polisi tambahan. Mereka ditugaskan untuk menjaga sekitar 40.000 bilik pemilihan di seluruh negara Asia Selatan itu.

"Kami telah memastikan tingkat keamanan tertinggi di Bangladesh sesuai kapasitas negara itu," kata Rafiqul Islam dari komisi pemilihan umum, seperti dimuat  AFP.

"Kami berharap akan ada suasana damai," tambahnya.

Beberapa waktu jelang pemilu, bentrokan telah mencengkeram negara berpenduduk mayoritas Muslim dengan 165 juta penduduk itu. Dalam pemilu kali ini, Liga Awami yang berkuasa dan oposisi Partai Nasionalis Bangladesh (BNP) memimpin aliansi mereka sendiri.

Sepanjang masa kampanye, kerap terjadi perselisihan dan bentrok. Sejauh ini ada 13 nyawa melayang dan puluhan lainnya luka dalam bentrok antara pendukung Hasina dan aktivis BNP. [mel]

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

UPDATE

OASE III PTKIN 2026: UIN Sunan Kalijaga Raih Juara Umum

Sabtu, 07 November 2026 | 08:19

Wall Street Rebound, Nasdaq Masih Babak Belur

Sabtu, 07 November 2026 | 08:05

Luruskan Tudingan Rekayasa, Muhammad Munawar: Proses Etik Dasaad Dilakukan secara Kelembagaan

Sabtu, 07 November 2026 | 07:38

Siapa Stephen Miller, Orang Kepercayaan Trump yang Jadi Kepala Staf Gedung Putih?

Sabtu, 07 November 2026 | 07:28

Gejolak Politik AS dan Krisis Prancis Tekan Pasar Saham Eropa

Sabtu, 07 November 2026 | 07:10

Ahmad Doli Kurnia dan Masa Depan Golkar

Sabtu, 07 November 2026 | 06:50

Penyadapan Presiden Bukan Pengalihan Isu, Tapi Operasi Terorganisir

Sabtu, 07 November 2026 | 06:25

Palestina dan Percaturan Imperium Global

Sabtu, 07 November 2026 | 05:59

Penyadapan Prabowo Ancaman Serius terhadap Negara

Sabtu, 07 November 2026 | 05:41

Kasus Listyo Sigit Momentum Evaluasi Sistem Keamanan Nasional

Sabtu, 07 November 2026 | 05:18

Selengkapnya