Berita

Patung Imre Nagy/BBC

Dunia

Patung Pemberontak Anti-Soviet Dipindahkan, Pemerintah Hungaria Revisi Sejarah?

SABTU, 29 DESEMBER 2018 | 16:03 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Pemerintah Hungaria memindahkan patung pahlawan pemberontakan anti-Soviet tahun 1956, Imre Nagy dari sebuah lapangan di Budapest pusat.

Patung Nagy dipindahkan ke Jaszai Mari Square, lokasi utara yang jauh dari gedung parlemen.

Beberapa kritikus menuduh, langkah ini dilakukan pemerintah nasionalis Perdana Menteri Viktor Orban untuk merevisi sejarah negara itu.


Sementara itu, pendukung Orban mengatakan tujuannya adalah mengembalikan citra sebagian ibukota ke penampilan sebelum Perang Dunia Kedua, sebelum puluhan tahun pemerintahan komunis.

Sebagai gantinya, tempat di mana patung Nagy semula berada akan digantikan oleh monumen untuk para korban rezim komunis berumur pendek pada tahun 1919.

BBC memuat, Imre Nagy diketahui digantung pada tahun 1958 karena perannya dalam pemberontakan. Sebagai seorang komunis pro-reformasi, dia berusaha membebaskan Hongaria dari pemerintahan komunis garis keras, tetapi pada tahun 1956 pemberontakan dihancurkan oleh tank-tank Soviet. Kelompok garis keras Pro-Moskow dipasang kembali dalam kekuasaan.

Patung itu didirikan pada tahun 1996 di Martyrs Square.

Pada tahun 1989, Viktor Orban, yang saat itu adalah seorang aktivis anti-komunis, berpidato di sebuah rapat umum yang merayakan kebangkitan dan rehabilitasi Imre Nagy.

Tetapi dalam beberapa tahun terakhir, Orban telah menjalin hubungan lebih dekat dengan Presiden Rusia Vladimir Putin, mantan perwira KGB yang telah memulihkan simbol era Soviet dan yang menyesalkan keruntuhan Uni Soviet. [mel]

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

UPDATE

Marak OTT Kepala Daerah, PKB Minta Evaluasi Desain Pilkada

Jumat, 03 Juli 2026 | 16:25

Program Digitalisasi Pembelajaran Jangkau 288.865 Sekolah

Jumat, 03 Juli 2026 | 16:20

8 Dekade BNI Tumbuh Bersama Indonesia dalam Semangat Swadharma Bhakti Nagara

Jumat, 03 Juli 2026 | 16:00

10 Biksu Thailand Tewas Tertabrak Pikap yang Dikemudikan Bocah 11 Tahun

Jumat, 03 Juli 2026 | 15:47

Kemandirian Energi, Masa Depan Pembangunan Ekonomi Indonesia

Jumat, 03 Juli 2026 | 15:42

UMiMAX Pertamina Bantu Masyarakat Rentan Kembangkan Usaha

Jumat, 03 Juli 2026 | 15:30

Lewat X-ray, Bea Cukai Bongkar Penyelundupan 3,37 Ton Narkotika

Jumat, 03 Juli 2026 | 15:24

13 Negara Pastikan Tempat di Babak 16 Besar Piala Dunia 2026

Jumat, 03 Juli 2026 | 15:23

Aktivis Tibet Tewas Bakar Diri di Dekat Markas PBB New York

Jumat, 03 Juli 2026 | 15:23

Bupati Langkat Syah Afandin Digiring ke Gedung Merah Putih KPK

Jumat, 03 Juli 2026 | 15:11

Selengkapnya