Berita

Ferdinand Hutahean/RMOL

Politik

Kecewa Dengan Penunjukkan Ira Koesno, Demokrat Curiga KPU Masuk Angin

SABTU, 29 DESEMBER 2018 | 14:47 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Penunjukkan Ira Koesno oleh Komisi Pemiliham Umum (KPU) sebagai moderator dalam debat kandidat calon presiden dan calon wakil presiden untuk Pilpres 2019 menuai kontroversi.

Pasalnya, Ira Koesno yang berprofesi sebagai presenter di salah satu televisi swasta nasional itu disebut-sebut memiliki rekam jejak yang dinilai tidak fair saat menjadi moderator debat di Pilkada DKI Jakarta lalu.

"Kita butuh moderator debat kandidat bukan sekedar punya nama sebagai presenter. Kita butuh moderator yang bukan partisan politik, tidak punya rekam jejak tidak adil pada saat Pilkada Jakarta," ujar Kadiv Advokasi dan Bantuan Hukum DPP Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean Kantor Berita Politik RMOL sesaat lalu di Jakarta, Sabtu (29/12).


Ferdinand mengaku kecewa dengan penunjukkan Ira Koesno oleh KPU menjadi moderator debat kandidat capres-cawapres.

"Saya mendengar bahwa Ira Koesno terpilih sebagai moderator. Kami kecewa dengan dipilihnya Ira. Karena Ira punya rekam jejak tidak adil pada saat pilkada Jakarta," tuturnya.

Lebih lanjut, Ferdinand menaruh harapan kepada KPU untuk menjaga integritas dan netralitasnya dengan tidak menunjuk moderator debat kandidat yang partisan. Jika tidak, lanjut Ferdinand, KPU patut dipertanyakan netralitasnya.

"Kami sarankan agar KPU menunjukkan lembaga ini (KPU) adil dan tidak berpihak kepada Jokowi dengan memilih moderator yang baik, netral dan tidak memiliki tendensi politik. Jika mengabaikan hal itu, kami curiga KPU menang sudah masuk angin," pungkasnya. [lov] 

Populer

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

UPDATE

BPOM Terbitkan Aturan Baru untuk Penjualan Obat di Minimarket

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:01

Jaksa KPK Endus Ada Makelar Kasus dalam Kasus Bea Cukai

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:59

Kapolri Dianugerahi Tanda Kehormatan Adhi Bhakti Senapati

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:50

Komisi XIII DPR Desak LPSK Lindungi Korban Kasus Ponpes Pati

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:39

Pengembangan Koperasi di Luar Kopdes Tetap jadi Prioritas

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:20

AS Galang Dukungan PBB untuk Tekan Iran di Selat Hormuz

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:19

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Komdigi Lakukan Blunder Kuadrat soal Video Amien Rais

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:06

Menteri PU: Pejabat Eselon I Diisi Putra dan Putri Terbaik

Rabu, 06 Mei 2026 | 16:58

RI Jangan Lengah Meski Konflik Timur Tengah Mereda

Rabu, 06 Mei 2026 | 16:45

Selengkapnya