Berita

Ketua Umum PPP hasil Muktamar Jakarta, Humphrey Djemat/Net

Politik

Humphrey Djemat: Putusan PK Tidak Beri Keabsahan Terhadap Romahurmuziy

SABTU, 29 DESEMBER 2018 | 14:28 WIB | LAPORAN:

. Klaim Sekretaris Jenderal DPP PPP hasil Muktamar Pondok Gede, Arsul Sani yang mengatakan bahwa putusan Mahkamah Agung (MA) yang tertuang dalam Putusan PK No. 182 PK/TUN/2018 tanggal 8 November 2018 telah memberikan keabsahan bagi kubu mereka adalah sebuah kekeliruan.

Ketua Umum PPP hasil Muktamar Jakarta, Humphrey Djemat menegaskan, putusan MA tidak memberikan keabsahan terhadap kepengurusan M. Romahurmuziy, malah sebaliknya MA mengakui PPP yang dipimpin oleh pendahulunya, Djan Faridz.

"Sebagaimana diketahui, Putusan PK nomor 79 dianggap mengesahkan PPP versi Muktamar Jakarta karena memberikan pertimbangan bahwa perselisihan PPP adalah perselisihan mengenai muktamar, dan oleh karenanya harus dikembalikan sesuai dengan amanat Mahkamah Partai, yang mana Mumtamar Jakarta sebagai satu-satunya muktamar yang telah dilaksanakan sesuai dengan keputusan Mahkamah Partai," tutur Humphrey dalam keterangannya, Sabtu (29/12).


Sementara itu, terkait Putusan PK No. 182 PK/TUN/2018, MA sama sekali tidak memberikan keabsahan kepada PPP pimpinan Romahurmuziy. Hal yang sama juga dilakukan oleh Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) maupun Mahkamah Konstitusi (MK).

Ditegaskan Humphrey, justru PPP Muktamar Jakarta yang pernah dinyatakan sah oleh Putusan MA. Putusannya pun sudah inkracht. Yaitu Putusan MA No. 601 yang menyatakan keabsahan Muktamar Jakarta dan Putusan MA No. 504 yang membatalkan SK Menkumham terhadap kubu Romahurmuziy.

"Namun keduanya tidak dihiraukan oleh pemerintah melalui Menkumham, dengan berbagai alasan yang dipaksakan," tandasnya.

Dengan demikian, lanjut Humphrey, terbukti bahwa perselisihan PPP tidak luput dari intervensi pemerintah. Pemeritah dinilainya telah membodohi publik dengan melakukan praktik curang, dimana hukum telah dikangkangi hanya demi kepentingan politik.

"Publik akan melihat bahwa PPP Muktamar Jakarta sesungguhnya tidak berhadapan dengan PPP Rommy, melainkan berhadapan dengan penguasa yang zalim," ungkapnya.

Lebih lanjut, kata Humphrey, meskipun setiap kemenangan PPP Muktamar Jakarta di pengadilan secara de facto tidak pernah terwujud akibat berhadapan dengan pemerintah yang tidak patuh hukum, tekad dan perjuangan pihaknya demi menemukan keadilan tidak akan pernah berhenti.

"Fiat justitia ruat caelum, keadilan tetap harus ditegakkan walaupun langit akan runtuh," pungkasnya. [rus]

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

Berpeluang Kalah, Wajar Pengacara Profesional Menolak Bela Jokowi

Kamis, 25 Juni 2026 | 07:47

Dianggap Sakit Jiwa, Ini Jawaban KPK Soal Tuntutan Ringan Bos Blueray

Jumat, 26 Juni 2026 | 14:45

UPDATE

Prabowo Tindak Lanjuti Usulan Tambah Beasiswa S3 bagi Dosen

Minggu, 28 Juni 2026 | 16:09

Panitia Ogah Disusupi Politik, Jokowi Batal Ikut Kirab Budaya di Lampung Timur

Minggu, 28 Juni 2026 | 16:06

Sekolah Rakyat Bogor Padukan Panorama Alam dan Fasilitas Pendidikan Modern

Minggu, 28 Juni 2026 | 15:43

400 Lajang Ikut Golek Garwo, Kemenag Dorong Lahirnya Keluarga Sakinah

Minggu, 28 Juni 2026 | 15:35

Dana SAL Kemenkeu Perkuat Likuiditas dan Intermediasi Bank Mandiri

Minggu, 28 Juni 2026 | 15:29

Prabowo Target Pangkas BUMN dari 1.000 Jadi 250 Perusahaan

Minggu, 28 Juni 2026 | 14:47

Safari Politik Jokowi Bareng PSI Picu Sorotan

Minggu, 28 Juni 2026 | 14:28

Daftar 32 Tim yang Lolos Piala Dunia 2026, Lajut Fase gugur

Minggu, 28 Juni 2026 | 14:16

Australia Gandakan Denda Platform Medsos Nakal hingga Rp1 Triliun

Minggu, 28 Juni 2026 | 14:06

Membaca Sinyal di Balik Ritual Jokowi Injak Kepala Kerbau di Lampung

Minggu, 28 Juni 2026 | 13:56

Selengkapnya