Berita

M. Said Didu/Net

Politik

DPR: Pemecatan Said Didu Sarat Politisasi

SABTU, 29 DESEMBER 2018 | 10:35 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

. Pencopotan M. Said Didu dari komisaris BUMN PT Bukit Asam menuai reaksi beragam dari kalangan masyarakat.

Terlebih, Said Didu dipecat lima 5 sebelum Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar BUMN. Alasannya juga terkesan dibut-buat, yaitu karena sudah tidak sejalan dengan aspirasi dan kepentingan pemegang saham.

Terkait hal ini, Anggota Komisi VI DPR RI Bambang Haryo menyatakan, pemerintah hanya mengedepankan politisasi BUMN ketimbang profesionalisme.


"Orang yang duduk di BUMN itu harus betul-betul orang yang profesional. Komisaris itu harus profesional dan kompeten. Pak Said Didu itu orang yang kompeten," kata Bambang kepada redaksi, Sabtu (30/12).

Selain pencopotan Said Didu sarat dengan politisasi, BUMN dinilai tidak bisa menjadi stabilisator karena kerja-kerja BUMN adalah wilayah tehnicly.

"Pak Daid Didu itu korban politisasi. BUMN tidak boleh dipolitisassi karena BUMN konsen pada wilayah teknis sekali," tegas Bambang.

Lebih lanjut, politisi Gerindra ini meminta Presiden untuk lebih bijak dalam memberikan kebijakan yang mendukung upaya pemajuan sektor BUMN sebagai penyanggah ekonomi nasional.

"Kedepankanlah profesionalisme, nah Presiden juga harus lebih bijak lagi. Kalau Presiden-nya kurang kompeten, nah ini akibatnya, jalan-jalannya lebih banyak ketimbang megurusi masalah negara," tutup Bambang.

M. Said Didu adalah Sekretaris Menteri ESDM tahun 2014-2016, juga pernah tercatat sebagai Perekayasa di BPPT, Sekretaris Kementerian BUMN (2005-2010). Dia juga merupakan Katua Umum PII (2009-2012), Ketua Umum Alumni IPB (2008-2013), Ketua ICMI (2003-2005), serta pernah tercatat sebagai anggota DPR/MPR (1997-1999). [rus]

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

UPDATE

Prabowo-Pramono Pasangan Kuat Luar Dalam

Sabtu, 04 April 2026 | 06:08

Ancaman Cuaca Ekstrem dan Air Bersih Warga

Sabtu, 04 April 2026 | 05:40

Batas ‘Scroll’ Anak

Sabtu, 04 April 2026 | 05:14

Jangan Keliru Pahami Langkah Prabowo soal Kunjungan ke Luar Negeri

Sabtu, 04 April 2026 | 05:12

Vicky Mundur dari Polisi, Kasus yang Ditangani juga Ikutan Mundur

Sabtu, 04 April 2026 | 04:38

Satu Orang Tewas Imbas Kecelakaan Beruntun di Tol Solo-Semarang

Sabtu, 04 April 2026 | 04:03

Negara Harus Tegas atas Gugurnya Tiga Prajurit TNI

Sabtu, 04 April 2026 | 04:00

Mobil Tertimpa Pohon Tumbang di Bandung, Sopir Tewas

Sabtu, 04 April 2026 | 03:38

IAW Peringatkan Potensi Kebocoran Lebih Besar di Bea Cukai

Sabtu, 04 April 2026 | 03:26

Dedi Mulyadi Lunasi Tunggakan Gaji Pegawai Bandung Zoo

Sabtu, 04 April 2026 | 03:03

Selengkapnya