Berita

Badak Jawa/Net

Dunia

TSUNAMI SELAT SUNDA

Anak Krakatau Mengancam, Badak Jawa Dibayangi Kepunahan

JUMAT, 28 DESEMBER 2018 | 20:28 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Tsunami Selat Sunda yang menyapu sebagian wilayah Banten pekan lalu bukan hanya membawa kerusakan dan kerugian bagi manusia, tapi juga bagi satwa langka, Badak Jawa.

Para konservasionis khawatir, spesies yang terancam punah ini berpotensi benar-benar musnah jika kembali terjadi tsunami besar di wilayah tersebut.

Saat ini, populasi Badak Jawa hanya ada 67 ekor di Taman Nasional Ujung Kulon, yang dilanda tsunami minggu lalu.


Taman itu berada di bawah bayang-bayang Anak Krakatau, gunung berapi yang memicu gelombang yang menewaskan ratusan orang.

Gunung berapi tetap aktif dan para pejabat sekarang bergegas untuk memindahkan badak-badak tersebut.

Badak Jawa biasanya hidup di sepanjang pantai selatan taman dan tsunami yang terjadi pekan kemarin menghantam pantai utara. Para konservasionis khawatir bahwa Badak Jawa mungkin tidak begitu beruntung jika ada bencana lain terjadi di wilayah tersebut.

Diketahui bahwa Badak Jawa adalah jenis badak yang paling terancam dari lima spesies badak di dunia. Spesies ini telah terdaftar sebagai "Sangat Terancam Punah" dalam Daftar Merah IUCN.

Mereka pernah ditemukan di India timur laut dan di seluruh Asia Tenggara tetapi populasi mereka dengan cepat habis karena perburuan, perusakan habitat melalui pertanian, di antara faktor-faktor lainnya.

Menurut WWF, badak Jawa terakhir Vietnam diburu pada tahun 2010.

"Karena tidak ada badak Jawa di penangkaran di mana pun di dunia, jika kita kehilangan populasi ini, kita pada dasarnya telah kehilangan seluruh spesies," kata aktivis WWF Nicola Loweth, seperti dimuat BBC (Jumat, 28/12). [mel]

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

UPDATE

Menteri Ekraf: Kreativitas Tak Bisa Dihargai Nol atau Dipatok

Jumat, 03 April 2026 | 20:06

Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Diringkus

Jumat, 03 April 2026 | 19:59

Harga Plastik Dalam Negeri Meroket, Ini Kronologinya

Jumat, 03 April 2026 | 19:42

Kapolda Riau Perketat Penanganan Karhutla Hadapi Ancaman Super El Nino

Jumat, 03 April 2026 | 19:18

Upacara Penghormatan UNIFIL untuk Tiga Prajurit TNI di Lebanon

Jumat, 03 April 2026 | 19:01

Labirin Informasi pada Perang Simbolik

Jumat, 03 April 2026 | 18:52

KPK Siapkan Pemeriksaan Ono Surono Usai Penggeledahan

Jumat, 03 April 2026 | 18:35

BNPB: Tidak Ada Tambahan Korban Gempa Magnitudo 7,6 Sulut dan Malut

Jumat, 03 April 2026 | 18:31

Resiliensi Bangsa: Dari Mosi Integral 1950 hingga Geopolitik Kontemporer 2026

Jumat, 03 April 2026 | 18:03

FWP Polda Metro Hibur Anak Yatim ke Wahana Bermain

Jumat, 03 April 2026 | 17:45

Selengkapnya