Berita

Diskusi Kementan/RMOL

Sistem Di Kementan Sukses Turunkan Angka Kemiskinan Di Pedesaan

JUMAT, 28 DESEMBER 2018 | 16:35 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Jumlah penduduk miskin yang berprofesi sebagai petani di pedesaan sejak tahun 2013 hingga 2018 mengalami penurunan.

Hal itu menunjukkan tingkat keberhasilan sistem yang diterapkan Kementerian Pertanian dalam mendorong peningkatan produksi pangan nasional.

Demikian disampaikan Ketua Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian, Agung Hendriardi  'Pengendalian Inflasi, Distrubusi dan Ketersediaan Pasokan Pangan' di Gedung Kementan, Jakarta Selatan, Jumat (28/12).


"Dari 17,74 juta menjadi 15,81 juta orang. Indikatornya PDB pertanian kita ini naik 5,27 persen. Jadi, pendapatan negara dari sektor pertanian meningkat," ujar Agung.

Kata Agung, ketika produksi sektor pertanian mengalami kenaikan maka akan memudahkan para investor untuk berinvestasi.

"Sehingga para investor akan berminat untuk investasi, karena produksinya naik," tuturnya.

Agung menjelaskan, tingginya beberapa harga pangan seolah menjadi dua sisi mata uang. Disatu sisi petani merasa terbebani, di sisi lain konsumen menginginkan hal tersebut. Namun, bersadarkan pengamatan di lapangan menurunnya angka petani miskin menunjukkan kenaikan tingkat produksi.

"Ini menarik, artinya apa, kalau harga pangan rendah, bagaimana petaninya tambah sejahtera? Ternyata setelah kita cek indikatornya kesejahteraan petani itu meningkat. Kemudian kita lihat lagi kemiskinan di pedesaannya gimana? Kemiskinannya menurun. Nah, analisis kami, kesimpulan sebenarnya kenapa harganya tidak naik tapi kesejahteraan naik, berarti volume yang diproduksinya meningkat," pungkas Agung. [lov]

Populer

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

UPDATE

BPOM Terbitkan Aturan Baru untuk Penjualan Obat di Minimarket

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:01

Jaksa KPK Endus Ada Makelar Kasus dalam Kasus Bea Cukai

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:59

Kapolri Dianugerahi Tanda Kehormatan Adhi Bhakti Senapati

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:50

Komisi XIII DPR Desak LPSK Lindungi Korban Kasus Ponpes Pati

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:39

Pengembangan Koperasi di Luar Kopdes Tetap jadi Prioritas

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:20

AS Galang Dukungan PBB untuk Tekan Iran di Selat Hormuz

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:19

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Komdigi Lakukan Blunder Kuadrat soal Video Amien Rais

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:06

Menteri PU: Pejabat Eselon I Diisi Putra dan Putri Terbaik

Rabu, 06 Mei 2026 | 16:58

RI Jangan Lengah Meski Konflik Timur Tengah Mereda

Rabu, 06 Mei 2026 | 16:45

Selengkapnya