Berita

Bawang India/Reuters

Dunia

Harga Bawang Merosot, Popularitas Petahana Bisa Terganggu

JUMAT, 28 DESEMBER 2018 | 12:21 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Popularitas Perdana Menteri India Narendra Modi yang akan ambil bagian dalam pemilihan umum India tahun depan berpotensi terganggu karena kemerosotan harga bawang.

Merosotnya harga bawang pernah menyebabkan penggulingan pemerintah dalam pemilihan India di masa lalu. Merosotnya harga pokok, terutama bawang dan kentang, kembali terjadi sejak beberapa pekan terakhir ini.

Reuters (Jumat, 28/12), memuat, banyak petani miskin geram dengan pemerintahan Modi. Pasalnya, kentang dan bawang merupakan makanan pokok bagi 1,3 miliar warga India. Merosotnya harga berarti telah sangat memukul ekonomi pedesaan di negara tersebut.


Dalam wawancara dengan puluhan petani pekan lalu, wartawan Reuters mendapati adanya kemarahan para petani yang membenci Partai Nasionalis Hindu Bharatiya Janata (BJP), yang merupakan partai Modi, karena tidak membantu mendukung pendapatan di pedesaan, tempat sebagian besar penduduk tinggal.

"Apa pun yang mereka lakukan dalam beberapa bulan mendatang, saya akan memilih menentang BJP. Saya tidak akan mengulangi kesalahan 2014," kata Madhukar Nagare, seorang penanam bawang dari Nashik di negara bagian Maharashtra, merujuk pada dukungannya pada BJP pada pemilihan umum terakhir.

Dalam pemilihan negara bagian tahun 1998, lonjakan tajam dalam harga bawang menyebabkan jatuhnya pemerintahan BJP di ibukota New Delhi.

Di pemilihan umum tahun 1980, harga bawang yang tinggi membantu mantan Perdana Menteri Indira Gandhi mengusir pemerintah koalisi yang termasuk politisi yang kemudian membentuk BJP.

Dalam beberapa minggu terakhir, petani yang dilanda kerugian telah melakukan protes, memblokir jalan raya dan membuang bawang di jalan setelah harga anjlok hingga satu rupee per kg untuk tanaman yang harganya sekitar 8 rupee per kg untuk diproduksi.

Tetapi karena pemotongan besar yang dilakukan oleh tengkulak, konsumen belum mendapatkan manfaat dari harga yang rendah.

Di Maharashtra, wilayah penghasil bawang merah, harga pertanian turun 83 persen, terseret oleh surplus pasokan dari panen musim sebelumnya dan pesanan ekspor yang lebih rendah dari Timur Tengah dan Asia Tenggara.

Dan di negara bagian Uttar Pradesh yang terpadat di India, yang sangat penting dalam kemenangan pemilihan Modi pada tahun 2014, ada masalah yang sama dengan harga kentang yang rendah. [mel]

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

UPDATE

Marak OTT Kepala Daerah, PKB Minta Evaluasi Desain Pilkada

Jumat, 03 Juli 2026 | 16:25

Program Digitalisasi Pembelajaran Jangkau 288.865 Sekolah

Jumat, 03 Juli 2026 | 16:20

8 Dekade BNI Tumbuh Bersama Indonesia dalam Semangat Swadharma Bhakti Nagara

Jumat, 03 Juli 2026 | 16:00

10 Biksu Thailand Tewas Tertabrak Pikap yang Dikemudikan Bocah 11 Tahun

Jumat, 03 Juli 2026 | 15:47

Kemandirian Energi, Masa Depan Pembangunan Ekonomi Indonesia

Jumat, 03 Juli 2026 | 15:42

UMiMAX Pertamina Bantu Masyarakat Rentan Kembangkan Usaha

Jumat, 03 Juli 2026 | 15:30

Lewat X-ray, Bea Cukai Bongkar Penyelundupan 3,37 Ton Narkotika

Jumat, 03 Juli 2026 | 15:24

13 Negara Pastikan Tempat di Babak 16 Besar Piala Dunia 2026

Jumat, 03 Juli 2026 | 15:23

Aktivis Tibet Tewas Bakar Diri di Dekat Markas PBB New York

Jumat, 03 Juli 2026 | 15:23

Bupati Langkat Syah Afandin Digiring ke Gedung Merah Putih KPK

Jumat, 03 Juli 2026 | 15:11

Selengkapnya