Berita

Priyo Budi Santoso/Net

Politik

Priyo Budi Duga Surat Terbuka Goenawan Mohammad Cs Ulah Penguasa

RABU, 26 DESEMBER 2018 | 22:06 WIB | LAPORAN:

Surat terbuka yang meminta Amien Rais mundur dari arena politik praktis diduga ulah penguasa yang ingin memecah lawan politik.

Surat tersebut diinisiasi pendiri PAN, antara lain Abdillah Toha, Albert Hasibuan, Goenawan Mohammad, Toeti Heraty, dan Zumrotin.

Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Priyo Budi Santoso mengaku dirinya langsung menghubungi Sekjen PAN, Eddy Soeparno untuk mengklarifikasi tentang permintaan Goenawan Mohamad Cs itu. Berdasarkan penjelasan Eddy, Priyo mengaku puas.


"Saya angkat topi atas pertanyaannya (Eddy Soeparno) yang menyampaikan bahwa pendapat dari lima orang pendiri PAN tersebut diabaikan. Karena mereka dianggap tidak mengakar dan sudah lama tak aktif," katanya saat ditemui di Kantor KPU RI, Jalan Imam Bonjol, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (26/12).

Priyo menduga, langkah yang ditempuh oleh Goenawan Mohamad Cs itu merupakan bagian dari ekspresi pertarungan politik pendukung kubu pasangan nomor urut 01, Joko Widodo-Ma'ruf Amin. Pihak capres petahana, kata Priyo ingin memecah-belah partai yang tak mendukung dalam ajang Pilpres tahun 2019.

"Kemungkinan saja memang PAN ingin dibelah bambu oleh pihak-pihak yang mempunyai kekuasaan. Tapi ternyata saya kira PAN kecele. Karena yang menyampaikan itu kalaupun tokoh-tokoh pendiri saya mendapat penjelasan dari internal PAN bahwa itu mereka sudah tak aktif, dan mereka selama ini garis politiknya cenderung untuk memihak kubu sebelah," pungkasnya. [lov]



Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

Kubu Jokowi Bergerak Senyap untuk Jatuhkan Prabowo

Rabu, 25 Maret 2026 | 06:15

UPDATE

KPK Cium Skandal Baru Izin Tambang di Maluku Utara, Nama Haji Romo Ikut Terseret

Rabu, 01 April 2026 | 08:16

Wall Street Kembali Sumringah

Rabu, 01 April 2026 | 08:07

WFH ASN Diproyeksikan Hemat Kompensasi BBM Rp 6,2 Triliun

Rabu, 01 April 2026 | 07:53

Emas Melonjak 3 Persen, tapi Cetak Rekor Penurunan Bulanan Terburuk Sejak 2008

Rabu, 01 April 2026 | 07:42

RI Murka di DK PBB, Nilai Serangan TNI di Lebanon Tak Lepas dari Israel

Rabu, 01 April 2026 | 07:35

Pasar Saham Eropa Tutup Maret dengan Koreksi Terburuk dalam Empat Tahun

Rabu, 01 April 2026 | 07:24

Menhan AS Sebut Perang Iran Masuk Fase Penentuan

Rabu, 01 April 2026 | 07:17

Italia Gagal Lolos Piala Dunia Setelah Ditekuk 4-1 oleh Bosnia

Rabu, 01 April 2026 | 06:57

Katastropik Demokrasi Kita

Rabu, 01 April 2026 | 06:48

Soleman Ponto: Intelijen pada Dasarnya Teroris

Rabu, 01 April 2026 | 06:20

Selengkapnya