Berita

Saif al-Islam Gaddafi/Reuters

Global

Putra Gaddafi Harus Turun Tangan Di Perpolitikan Libya

RABU, 26 DESEMBER 2018 | 12:37 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Putra mantan pempimpin Libya Moammar Gaddafi, yakni Saif al-Islam Gaddafi harus memainkan peran dalam kehidupan politik di negaranya.

Begitu kata Wakil Menteri Luar Negeri Rusia Mikhail Bogdanov awal pekan ini.

Dikabarkan Reuters (Selasa, 25/12), salah satu perwakilan Saif telah mengirim surat kepadanya ke Moskow awal bulan ini di mana dia telah menetapkan ide-ide untuk masa depan politik Libya dan bahwa Saif secara teratur berhubungan dengan Rusia.


"Kami mendukung semua orang. Kami percaya bahwa tidak seorang pun harus diisolasi atau dikeluarkan dari peran politik yang konstruktif," kata Bogdanov.

"Itu sebabnya kami menjaga kontak dengan semua kelompok yang bermarkas di barat, timur dan selatan negara itu. Saif al-Islam mendapat dukungan dari suku-suku tertentu di daerah-daerah tertentu di Libya dan semua ini harus menjadi bagian dari keseluruhan proses politik dengan partisipasi kekuatan politik lainnya," sambungnya.

Diketahui bahwa kekuatan-kekuatan Barat dan PBB mendesak negara Afrika Utara itu untuk mengadakan pemilihan tahun depan setelah konferensi nasional untuk mencoba mengakhiri tujuh tahun konflik yang terjadi di negara produsen minyak tersebut.

Ayah Saif, Moammar Gaddafi digulingkan dan dibunuh dalam pemberontakan 2011. Saif sempat ditahan setelah itu sebelum kemudian dibebaskan. Dia dipandang oleh beberapa orang sebagai calon pengganti reformis bagi ayahnya di tahun-tahun sebelum 2011 dan tetap menjadi tokoh kunci bagi para loyalis Gaddafi hingga saat ini. [mel]

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

UPDATE

OASE III PTKIN 2026: UIN Sunan Kalijaga Raih Juara Umum

Sabtu, 07 November 2026 | 08:19

Wall Street Rebound, Nasdaq Masih Babak Belur

Sabtu, 07 November 2026 | 08:05

Luruskan Tudingan Rekayasa, Muhammad Munawar: Proses Etik Dasaad Dilakukan secara Kelembagaan

Sabtu, 07 November 2026 | 07:38

Siapa Stephen Miller, Orang Kepercayaan Trump yang Jadi Kepala Staf Gedung Putih?

Sabtu, 07 November 2026 | 07:28

Gejolak Politik AS dan Krisis Prancis Tekan Pasar Saham Eropa

Sabtu, 07 November 2026 | 07:10

Ahmad Doli Kurnia dan Masa Depan Golkar

Sabtu, 07 November 2026 | 06:50

Penyadapan Presiden Bukan Pengalihan Isu, Tapi Operasi Terorganisir

Sabtu, 07 November 2026 | 06:25

Palestina dan Percaturan Imperium Global

Sabtu, 07 November 2026 | 05:59

Penyadapan Prabowo Ancaman Serius terhadap Negara

Sabtu, 07 November 2026 | 05:41

Kasus Listyo Sigit Momentum Evaluasi Sistem Keamanan Nasional

Sabtu, 07 November 2026 | 05:18

Selengkapnya